Perancangan Arsitektur Dan Desain Interior Rumah Tinggal

Amanda, (0763033) (2010) Perancangan Arsitektur Dan Desain Interior Rumah Tinggal. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img] Text
0763033_Abstract_TOC.pdf

Download (35Kb)
[img]
Preview
Text
0763033-Abstract-TOC.pdf

Download (250Kb) | Preview
[img] Text
0763033_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (27Kb)
[img]
Preview
Text
0763033-Chapter1.pdf

Download (104Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0763033-Chapter 1.pdf

Download (848Kb) | Preview
[img] Text
0763033-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (39Kb)
[img] Text
0763033-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (22Mb)
[img] Text
0763033-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (524Kb)
[img] Text
0763033-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1109Kb)
[img] Text
0763033-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (25Mb)
[img] Text
0763033-Conclusion.pdf

Download (15Kb)
[img] Text
0763033-Cover.pdf

Download (42Kb)
[img] Text
0763033-References.pdf

Download (618Kb)
[img] Text
0763033-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3103Kb)

Abstract

Kehidupan manusia mempunyai dua aspek yang paling mendasar dan wajib untuk dipenuhi oleh setiap pribadinya secara seimbang, yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmani lebih bersifat secara fisik, sedangkan kebutuhan rohani bersifat secara non fisik, antara lain kebutuhan spiritual, mental, dan psikologis. Kegiatan ritual keagamaan adalah salah satu cara memenuhi kebutuhan manusia secara rohani. Hal ini merupakan pengungkapan kebutuhan spiritual akan kekuatan di luar batas indrawi kehidupan manusia. Keberhasilan kebutuhan ini tidak terhempas dari wadah dimana kegiatan tersebut berlangsung. Gereja sebagai wadah kegiatan spritual agama Katolik, tentu harus dapat mewadahi segala kegiatan peribadahan yang ada di dalamnya, sehingga proses pemenuhan kebutuhan spritual seseorang tidak hanya didapatkan dari aktivitas ritual agama semata melainkan melalui fisik lingkungan sekitarnya. Gereja harus memiliki tingkat fungsional baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik, ruang memberikan kontribusi sebagai wadah yang sesuai dengan kegiatan di dalamnya, sedangkan secara psikis ruang memberikan sebuah pengalaman ketika orang sedang berada di dalamnya. Pengalaman ruang sangat memiliki relevansi dengan hasil persepsi setiap individu dimana hal ini berkaitan dengan persepsi religius. Pengalaman akan ruang yang kudus mengantarkan umat ke dalam tingkat religiositasnya. Religiositas tumbuh dan berkembang dari masing-masing pribadi individu. Bangunan dan lingkungan sebenarnya hanya media pelengkap untuk merangsang timbulnya persepsi religius umat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 28 Mar 2012 03:01
Last Modified: 07 May 2012 02:20
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/859

Actions (login required)

View Item View Item