Non-Observance of Gricean Maxims in The Dialogues of 'The Nanny' TV Series

Eryantie, Yuliana Putri ( 0741054 ) (2012) Non-Observance of Gricean Maxims in The Dialogues of 'The Nanny' TV Series. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0741054_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (54Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0741054_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (85Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0741054_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (63Kb) | Preview
[img] Text
0741054_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (81Kb)
[img] Text
0741054_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (97Kb)
[img]
Preview
Text
0741054_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (42Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0741054_Cover.pdf - Accepted Version

Download (67Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0741054_References.pdf - Accepted Version

Download (34Kb) | Preview

Abstract

Dalam tugas akhir ini, saya akan membahas tentang ketidaktaatan pada aturan-aturan maksim dalam dialog di sebuah serial televisi The Nanny, yang diperankan oleh Fran Descher. Film The Nanny merupakan serial televisi yang cukup terkenal di tahun 1996. Dalam menganalisis ketidaktaatan pada aturan maksim ini, saya menggunakan teori H.P. Grice yang terdapat dalam buku karangan Jenny Thomas. Tugas akhir ini menyoroti jenis-jenis ketidaktaatan pada prinsip kerjasama dan aturan maksim dalam 7 adegan di serial televisi The Nanny yang saya ambil dari seri ke satu sampai dengan seri ke lima. Aspek kebahasaan yang terdapat dalam kajian saya berfokus pada bidang Pragmatik. Selain itu, saya menggunakan teori humor yang dikemukakan oleh Jerry Suls untuk mengetahui bagaimana penonton mengapresiasi humor yang terdapat dalam serial ini. Bentuk ketidaktaatan pada aturan maksim yang saya temukan dalam serial televisi ini hanyamencakup dua jenis aturan, yaitu: flouting dan violating. Ketidaktaatan muncul dalam tindak tutur karakter-karakter dalam serial televisi ini ketika berinteraksi satu sama lain. Saya juga menemukan bahwa pada saat salah satu karakter sedang berusaha menutupi kebohongan atau mengkritik karakter lain, ketidaktaatan sering kali terjadi. Hal ini membuat para penonton merasa terhibur dengan kesengajaan pada ketidaktaatan aturan maksim tersebut yang biasanya menimbulkan efek kelucuan/humor. Jika penutur maupun mitra tuturnya tidak bekerjasama dalam bekomunikasi, berinteraksi, maupun dalam memberikan tanggapan, maka ketidaktaatan pun terjadi. Bahkan hal ini mungkin akan menyebabkan mitra tutur tidak mengerti apa maksud dari ujaran penutur, khususnya jika ujaran penutur memiliki lebih dari satu makna. Hal ini adalah yang paling sering ditemui apabila terjadi ketidaktaatan pada aturan maksim yang dilakukan oleh karakter-karakter dalam film ini. Oleh sebab itu, setiap penutur harus memperhatikan tuturannya, maksud dari tuturannya, serta harus memperhatikan prinsip kerjasama dalam berkomunikasi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: P Language and Literature > PR English literature
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 11 Sep 2014 10:18
Last Modified: 11 Sep 2014 10:18
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/6681

Actions (login required)

View Item View Item