Manajemen Lalu Lintas Simpang Surapati - Sentot Alibasa dan Sekitarnya

Febrianty H., Feny ( 0021087 ) (2004) Manajemen Lalu Lintas Simpang Surapati - Sentot Alibasa dan Sekitarnya. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0021087_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (26Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0021087_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (75Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0021087_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (41Kb) | Preview
[img] Text
0021087_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1810Kb)
[img] Text
0021087_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (32Kb)
[img] Text
0021087_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (115Kb)
[img]
Preview
Text
0021087_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (5Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0021087_Cover.pdf - Accepted Version

Download (23Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0021087_References.pdf - Accepted Version

Download (4Kb) | Preview

Abstract

Pada umumnya persimpangan merupakan titik rawan untuk terjadinya kemacetan lalu lintas, terlebih pada simpang – simpang yang saling berdekatan seperti pada studi simpang Surapati - Sentot Alibasa dan Sekitarnya. Survei dilakukan pada hari Rabu tanggal 22 Oktober 2003 dan waktu pelaksanaan survei adalah jam 15.45 – 16.45 WIB dan jam 16.45 – 17.45 WIB. Melalui survei volume lalu lintas pada simpang – simpang tersebut maka dapat dilihat kinerja simpang yang saling berdekatan itu. Adapun hasilnya pada simpang bersinyal yaitu volume lalu lintas maksimum terjadi pada arah B1 yaitu 982.4 smp/jam dan minimum terjadi pada arah B1 besarnya 346.7 smp/jam. Kapasitas maksimum terjadi pada arah B1 besarnya 1254.0563 smp/jam dan kapasitas minimum terjadi pada arah S besarnya 551.1928 smp/jam. Derajat kejenuhan maksimum terjadi pada arah B-RT besarnya 1.1491 dan minimum terjadi pada arah B1 besarnya 0.2765. Sedangkan untuk simpang tak bersinyal yaitu volume lalu lintas maksimum terjadi pada H-E-G besarnya 3257.3 smp/jam dan minimum besarnya pada F-E-G besarnya 2917.7 smp/jam. Kapasitas maksimum terjadi pada H-E-G besarnya adalah 3539.4258 smp/jam dan minimum terjadi pada D-E-G besarnya 2357.3053 smp/jam. Derajat kejenuhan Maksimum terjadi pada D-E-G besarnya 1.2945 dan minimum terjadi pada H-E-G besarnya 0.7664 Berdasarkan hasil perhitungan dapat diambil kesimpulan bahwa untuk simpang bersinyal pada pendekat T, S, DS = 0.75 – 0.85 mulai jenuh/mulai terjadinya kemacetan, pada pendekat B1,B2, Ds < 0.75 undersaturated/stabil, tetapi pada pendekat B-RT,tidak cukup untuk menampung arus lalu lintas yang terjadi karena DS > 1 over saturated/sangat jenuh/macet. Sedangkan pada simpang tak bersinyal H-E-G DS = 0.75 – 0.85, mulai jenuh/mulai terjadinya kemacetan, tetapi pada D-E-G dan F-E-G simpang tidak cukup untuk menampung arus lalu lintas yang terjadi karena DS > 1 (over saturated/sangat jenuh/macet) oleh karena itu perlu diadakan perbaikan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 25 Mar 2013 08:37
Last Modified: 25 Mar 2013 08:37
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/2898

Actions (login required)

View Item View Item