Terapi Akupunktur Menurunkan Derajat Nyeri Dysmenorrhea

Rizal, Putri Nabila (1610020) (2019) Terapi Akupunktur Menurunkan Derajat Nyeri Dysmenorrhea. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1610020_Abstract_TOC.PDF - Accepted Version

Download (340Kb) | Preview
[img] Text
1610020_Appendices.PDF - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1400Kb)
[img]
Preview
Text
1610020_Chapter1.PDF - Accepted Version

Download (146Kb) | Preview
[img] Text
1610020_Chapter2.PDF - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (4Mb)
[img] Text
1610020_Chapter3.PDF - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (167Kb)
[img] Text
1610020_Chapter4.PDF - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (148Kb)
[img]
Preview
Text
1610020_Conclusion.PDF - Accepted Version

Download (130Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1610020_References.PDF - Accepted Version

Download (127Kb) | Preview

Abstract

Dysmenorrhea merupakan salah satu masalah medis paling umum dalam bidang ginekologi. Pada masa menstruasi, beberapa orang mengalami keluhan dysmenorrhea. Usia dini menarche (<12 tahun), indeks massa tubuh rendah (<20), dan riwayat keluarga menjadi faktor yang mempengaruhi angka kejadian dysmenorrhea. Dysmenorrhea dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari wanita. Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan dari dysmenorrhea, penderita dysmenorrhea mulai mencari berbagai pengobatan. Dari sisi nonfarmakologis beberapa orang mulai mencoba terapi yang tidak menimbulkan efek samping yaitu terapi akupunktur. Tujuan: Mengetahui apakah terapi akupunktur dapat menurunkan derajat nyeri dysmenorrhea. Metode: Penelitian ini bersifat quasi eksperimental di lapangan dengan menggunakan rancangan pre-test dan post-test. Data subjek penelitian berisi riwayat menstruasi, gejala klinis menstruasi, VAS saat dysmenorrhea, dan VAS setelah terapi akupunktur. Subjek penelitian sebanyak 20 orang berusia 18-25 tahun, diamati siklus menstruasinya selama tiga bulan. Pada bulan ke empat, selama satu bulan dilakukan terapi akupunktur pada enam titik yaitu, LR-3 Taichong, LI-4 Hegu, CV-6 Qihai, CV-4 Guanyuan, SP-6 Sanyinjiao, dan ST-36 Zusanli sebanyak dua kali seminggu. Hasil terapi akupunktur dicatat, berdasarkan derajat VAS. Hasil yang diperoleh dari penelitian kemudian diuji dengan uji t-test berpasangan. Hasil: Derajat nyeri dysmenorrhea setelah terapi akupunktur mengalami penurunan rata rata VAS sebesar 2,85. Hasil uji t berpasangan diperoleh nilai p<0,00 yang berarti terdapat penurunan VAS yang sangat bermakna. Simpulan: Terapi akupunktur menurunkan derajat nyeri dysmenorrhea.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: dysmenorrhea, akupunktur, VAS
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > 10 School of Medicine
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 17 Nov 2021 04:04
Last Modified: 17 Nov 2021 04:04
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/28071

Actions (login required)

View Item View Item