Studi Penggerusan Lokal Disekitar Pilar Jembatan Akibat Aliran Air Dengan Menggunakan Model 2 Dimensi

Solide, Zezen ( 9421002 ) (2004) Studi Penggerusan Lokal Disekitar Pilar Jembatan Akibat Aliran Air Dengan Menggunakan Model 2 Dimensi. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
9421002_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (97Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
9421002_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (129Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
9421002_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (86Kb) | Preview
[img] Text
9421002_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (329Kb)
[img] Text
9421002_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (635Kb)
[img]
Preview
Text
9421002_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (31Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
9421002_Cover.pdf - Accepted Version

Download (214Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
9421002_Jurnal.pdf - Accepted Version

Download (264Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
9421002_References.pdf - Accepted Version

Download (54Kb) | Preview

Abstract

Di Indonesia banyak sekali jembatan yang dipakai sebagai sarana transportasi yang rusak akibat kurangnya perawatan dan penggerusan. Penggerusan lokal yang terjadi disekitar pilar jembatan akibat aliran air dibahas dengan menggunakan model 2 dimensi terutama pengaruh bentuk muka pilar terhadap besarnya penggerusan yang terjadi. Dalam Studi Kasus dipakai 3 tipe bentuk muka pilar yang berbeda, Tipe A berbentuk segiempat, Tipe B segiempat dengan keempat sudutnya dibulatkan, Tipe C berbentuk segiempat dengan kedua sisinya dibulatkan. Sebagai material dasar sungai dipakai pasir dengan diameter butir (d50) = 0,67mm. Pengujian dilakukan memakai 4 variasi debit dari mulai 0,0112 m3/det sampai dengan 0,0266 m3/det. Hasil pemodelan ini menunjukan bahwa bentuk muka pilar cukup berpengaruh, terlihat bahwa penggerusan yang terjadi pada pilar tipe C adalah paling dangkal, yaitu 6cm untuk 1 buah pilar dan 4 cm untuk 2 buah pilar, hal ini terjadi karena bentuk muka pilar tipe C yang bulat mengakibatkan turbulensi yang terjadi kecil. Hasil pemodelan berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Tison (1940) hal ini disebabkan antara lain oleh diameter butir, debit, dan lebar saluran yang berbeda. Dengan demikian bentuk muka pilar tipe C merupakan yang paling baik dalam hal keamanan terhadap penggerusan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 06 Mar 2013 08:16
Last Modified: 06 Mar 2013 08:16
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/2755

Actions (login required)

View Item View Item