Analysis of The Use of Non-Observance of the Gricean Maxims by Anas Urbaningrum to Reveal the Fact That He is the Victim of Politics

Christine, Christine (1041041) (2016) Analysis of The Use of Non-Observance of the Gricean Maxims by Anas Urbaningrum to Reveal the Fact That He is the Victim of Politics. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1041041_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (199Kb) | Preview
[img] Text
1041041_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (342Kb)
[img]
Preview
Text
1041041_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (327Kb) | Preview
[img] Text
1041041_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (414Kb)
[img] Text
1041041_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (375Kb)
[img]
Preview
Text
1041041_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (234Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1041041_Cover.pdf - Accepted Version

Download (887Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1041041_References.pdf - Accepted Version

Download (202Kb) | Preview

Abstract

Dalam penulisan tugas akhir ini, saya akan membahas tentang pelanggaran bidal yang dilakukan oleh salah satu politikus handal Partai Demokrat, yang bernama Anas Urbaningrum. Dalam Mata Najwa, acara bincang-bincang episode Pesan Anas, Anas banyak melakukan pelanggaran bidal. Pelanggaran bidal sendiri merupakan salah satu kajian dalam Pragmatik yang merupakan teori dari Herbert Paul Grice. Di dalam gagasannya, Grice menyatakan bahwa pelanggaran bidal terdiri atas lima macam, yaitu: flouting the maxims, violating the maxims, infringing the maxims, opting out ofthe maxims dan suspending the maxims. Salah satu temuan yang saya dapatkan dalam tugas akhir ini ialah Anas selalu mempraktekkan flouting the maxims khususnya flouting the maxim of manner dan quantity. Hal ini dilakukan Anas dengan beberapa tujuan. Pertama, Anas ingin mengungkapkan kebenaran bahwa dia adalah salah satu korban politik. Kedua, Anas ingin mengungkapkan identitas atau jati diri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak sebijaksana seperti yang orang pikirkan. Anas tidak membicarakan maksudnya secara langsung, sehingga inti yang ingin dia sampaikan tersembunyi. Dalam hal ini, pendengar membutuhkan pemahaman yang cukup dalam mengenai kejadiannya untuk dapat memahami implikatur ucapan-ucapan Anas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Faculty of Letters > 41 English Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 12 Oct 2016 07:26
Last Modified: 12 Oct 2016 07:26
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/21141

Actions (login required)

View Item View Item