Efisiensi Penerapan Sistem Kliring Nasional dalam Mengurangi Riisiko Bank Indonesia dengan Mekanisme Failure t0Settle (FtS)

Dirgantara, Angga (0152039) (2008) Efisiensi Penerapan Sistem Kliring Nasional dalam Mengurangi Riisiko Bank Indonesia dengan Mekanisme Failure t0Settle (FtS). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA.

[img]
Preview
Text
0152039_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (24Kb) | Preview
[img] Text
0152039_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (171Kb)
[img]
Preview
Text
0152039_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (45Kb) | Preview
[img] Text
0152039_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (100Kb)
[img] Text
0152039_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (28Kb)
[img] Text
0152039_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (135Kb)
[img]
Preview
Text
0152039_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0152039_cover.pdf - Accepted Version

Download (34Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0152039_References.pdf - Accepted Version

Download (14Kb) | Preview

Abstract

Saat ini, belum ada suatu mekanisme yang diterapkan Bank Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan kegagalan peserta dalam memenuhi kewajibannya pada penyelesaian akhir atas hasil kliring. Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan sistem pembayaran yang efisien, cepat, aman dan handal, Bank Indonesia menerapkan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang dapat mengakomodir transfer kredit antar bank ke seluruh wilayah Indonesia tanpa kewajiban melakukan pertukaran fisik warkat (paperless). Untuk mengurangi risiko, Bank Indonesia sebagai penyelenggara kliring menerapkan mekanisme Failure to Settle (FtS). Pokok permasalahan adalah: Bagaimana penerapan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia dalam mengakomodasi transfer kredit antar bank ke seluruh wilayah Indonesia, bagaimana efisiensi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia dalam mengurangi risiko Bank Indonesia dengan menggunakan mekanisme Failure To Settle (FtS), dan hambatan apa yang muncul dalam melaksanakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia? Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dan deskriptif analitis yang menggambarkan efisiensi penerapan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia dalam mengakomodir transfer kredit antar bank ke seluruh wilayah indonesia dan kaitannya untuk mengurangi risiko Bank Indonesia dengan mekanisme Failure to Settle (FtS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: transaksi yang diproses melalui sistem kliring meliputi transfer debet dan transfer kredit disertai pertukaran fisik warkat, baik warkat debet, maupun warkat kredit. Bank Indonesia menerapkan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko yang bersifat multilateral netting sesuai dengan Core Principle yang dikeluarkan oleh Bank for International Settlement. Efisiensi dalam mengurangi risiko Bank Indonesia dengan mekanisme Failure To Settle (FtS), adalah: Cash Deposit: Peserta menyetor sejumlah dana untuk memenuhi kewajiban bank yang gagal bayar. Pool of Collateral: Peserta meletakkan jaminan yang dapat digunakan untuk menutup kekurangan dana (shortfall). Loss Sharing: Apabila terjadi default, peserta lainnya menalangi kewajiban peserta yang gagal tersebut berdasarkan formula dan mekanisme yang disepakati dan diperjanjikan. Hambatan yang muncul adalah adanya tekanan-tekanan dalam kegiatan proses warkat kliring karena keterbatasan kemampuan sarana kliring yang ada dibandingkan dengan peningkatan jumlah warkat kliring, sehingga akan menyebabkan terjadi keterlambatan dalam settlement dan penyediaan informasi hasil kliring. Saran, perlu diterapkan suatu kebijakan baru yang mengharuskan bank untuk menyediakan pendanaan awal (prefund) pada setiap awal hari sebelum kliring debet dan kliring kredit dimulai. Untuk mengantisipasi kemungkinan kegagalan peserta kliring dalam memenuhi kewajibannya dalam penyelesaian akhir (settlement). Bank Indonesia disarankan untuk terus menyempurnakan dan meningkatkan mekanisme Failure to Settle (FtS) dan mengawasi PKN, PKL, perusahaan percetakan warkat dan dokumen kliring (PPWDK) dan peserta.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Economics > 52 Management Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 16 Mar 2016 10:42
Last Modified: 16 Mar 2016 10:42
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/19360

Actions (login required)

View Item View Item