Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Furniturer Otan Alami di cv Archipelago Exports

Awwaludin, Asep (1023044) (2015) Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Furniturer Otan Alami di cv Archipelago Exports. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1023044_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (63Kb) | Preview
[img] Text
1023044_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (703Kb)
[img]
Preview
Text
1023044_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (197Kb) | Preview
[img] Text
1023044_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (510Kb)
[img] Text
1023044_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (220Kb)
[img] Text
1023044_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (508Kb)
[img] Text
1023044_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (702Kb)
[img]
Preview
Text
1023044_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (186Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1023044_Cover.pdf - Accepted Version

Download (63Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1023044_References.pdf - Accepted Version

Download (249Kb) | Preview

Abstract

CV Archipelago Exports mer upakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur untuk furniture rumah atau taman. Produk yang dipr oduksi ole h perusahaan adalah pr oduk furniture seperti sofa, kursi santai, kursi makan, meja makan , dan masi h banyak lagi. Hasil dari wawancara dan melihat langsung ke perusahaan diketahui terdapat ke luhan karena lead time untuk bahan baku rotan sering sekali tidak pasti dan keterlambatan ser ing terjadi. Perusahaan khawatir akan terjadinya stock out sehingga selalu mengisi stock sesuai dengan daya tampung gudang. Pola pemesanan perusahaan untuk bahan baku rotan adalah dengan cara memesan dengan interval waktu yang sama yaitu melakukan pemesana n sebulan sekali dalam jumlah tertentu sesuai dengan kapasitas gudang. Hal ini membuat penumpukan bahan baku dalam gudang dan mengakibatkan biaya simpan perusahaan menjadi besar. Material Requirements Planning (MRP) merupakan teknik perancangan kebutuhan bahan baku dan digunakan pada pen elitian ini karena bahan baku un tuk membuat produk pada perusahaan adalah dependent atau salin g berkait. Teknik lot sizing yang digunakan adalah l ot for lot karena merup a kan teknik lot sizing yang sederhana sehingga jika d iterapkan pada perusahaan akan j auh lebih mudah, dan Wagner - Within yang merupakan metode dengan pemrograman dinamis sehingga akan memberikan hasil yang paling optimal. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan data untuk input MRP. Data - data y ang diperlukan untuk input MRP antara lain jadwal induk produksi perusahaan, status persediaan perusahaan, struktur pro duk , dan bill of material (BOM) untuk produk rotan yang akan diteliti. Langkah selanjutnya menghitung elemen biaya yang diperlukan , yaitu menghitu ng biaya simpan dan biaya pesan . K emudian, dilanjutkan dengan p erhitungan safety stock karena terdapat resiko keterlambatan bahan baku maka perlu adanya persediaan pengama n. Berikutnya dilakukan perhitungan netting dari produk furniture rotan dengan input jadwal induk produksi, status persediaan dan bill of material . Langkah berikut menentukan lotting produk furniture dilanjutkan dengan offsetting untuk mendapatkan planed order release . Exploding merupakan langkah akhir dalam metode MRP langkah ini digunakan untuk komponen atau item yang berada di level bawahnya. Perhitungan lot sizing dengan menggunakan lot for lot dan Wagner - Within. Dari hasil perhitungan MRP, diperoleh planned order release yang selanjutnya digabungkan dengan elemen bi aya untuk mendapatkan total biaya per item dan total biaya per supplier . Berdasarkan h asil perhitungan , b iaya persediaan per item yang paling rendah didapatkan dengan metode Wagner - Within , yaitu sebesar Rp. 20.624.769 , - yang meliputi bia ya simpan sebesar R p. 18.355.789 , - dan untuk biaya pesan sebesar Rp. 2.268.980 , - . Sementara itu, ha sil perhitungan biaya per supplier biaya yang paling ekonomis didapatkan dengan metode lot for lot , yaitu Rp. 19.038.074, - yang meliputi bia ya simpan sebesar Rp. 17.823.095 , - dan biaya pesan sebesar Rp. 1.214.979, - . Dengan demikian, secara keseluruhan perhitungan biaya didapat biaya lot for lot per supplier merupkan yang paling e konomis dengan penghematan 23,24 % sehingga dipilihlah tek nik lot sizing lot for lot ini. Berdasarkan h asil penelitian yang telah diperoleh dari perhitungan biaya sebaiknya perusahaan menerapkan MRP dengan teknik lot sizing lot for lot per supplier sebagai piliha n karena biaya yang ekonomis dengan tetap memperhatikan safety stock .

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > 23 Industrial Engineering Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 30 Oct 2015 03:22
Last Modified: 30 Oct 2015 03:22
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/16513

Actions (login required)

View Item View Item