Peran Perencanaan Agregrat untuk Mengefisiensikan Biaya Produksi pada Kilang Sagu X di Batu Ampar - Riau

Kartono, Wira (0952139) (2014) Peran Perencanaan Agregrat untuk Mengefisiensikan Biaya Produksi pada Kilang Sagu X di Batu Ampar - Riau. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0952139_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (47Kb) | Preview
[img] Text
0952139_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (70Kb)
[img]
Preview
Text
0952139_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (50Kb) | Preview
[img] Text
0952139_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (146Kb)
[img] Text
0952139_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (72Kb)
[img] Text
0952139_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (349Kb)
[img]
Preview
Text
0952139_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (39Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0952139_Cover.pdf - Accepted Version

Download (34Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0952139_References.pdf - Accepted Version

Download (40Kb) | Preview

Abstract

Perencanaan merupakan acuan jalannya kegiatan untuk mencapai tujuan perusahaan. Perencanaan yang matang diperlukan agar proses produksi berjalan dengan semestinya. Perencanaan produksi dapat dilakukan dengan menerapkan perencanaan agregat. Penerapan strategi perencanaan agregat bertujuan untuk meminimalkan biaya produksi serta menghindarkan adanya stockout. Kilang sagu X merupakan industri rumahan yang memiliki output berupa tepung sagu. Sistem produksinya atas dasar pesanan dengan kapasitas terbatas. Kilang sagu X kadangkala mengalami kegagalan memenuhi permintaan tepung sagu dari konsumennya sesuai dengan yang dijanjikan, sehingga kilang sagu X dalam berproduksi membutuhkan satu perencanaan yang matang. Penerapan perencanaan agregat di kilang sagu X akan membantu meningkatkan efisiensi biaya dan menghindarkan adanya stockout. Strategi yang memungkinkan diterapkan pada kilang sagu X adalah Level Workforce + overtime 3 jam. Berdasarkan pengolahan data diperoleh kesimulan bahwa apabila kilang sagu X menerapkan strategi Level Workforce + overtime 3 jam untuk periode Januari 2014 – Juni 2014 maka perusahaan akan memiliki total biaya produksi yang terkecil, yaitu sebesar Rp 170.139.900,-. Strategi ini dapat memberikan selisih biaya dengan Level workforce + inventory sebesar Rp 20.958.300,- dan memberikan selisih biaya dengan Chase Strategy sebesar Rp 19.683.600,-.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Minimalisasi biaya, perencanaan agregat
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Economics > 52 Management Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 22 Jan 2015 02:19
Last Modified: 16 Feb 2016 09:22
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/9261

Actions (login required)

View Item View Item