Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum Linn.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara In Vitro

Tjeng, Maysella Suhartono ( 1110224 ) (2014) Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum Linn.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara In Vitro. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1110224_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (162Kb) | Preview
[img] Text
1110224_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (53Mb)
[img]
Preview
Text
1110224_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (102Kb) | Preview
[img] Text
1110224_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (7Mb)
[img] Text
1110224_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1676Kb)
[img] Text
1110224_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (162Kb)
[img]
Preview
Text
1110224_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (74Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1110224_Cover.pdf

Download (118Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1110224_References.pdf - Accepted Version

Download (105Kb) | Preview

Abstract

Staphylococcus aureus dan Escherichia coli banyak ditemukan di tubuh manusia dan dapat bersifat patogen. Kedua bakteri tersebut merupakan salah satu penyebab infeksi bakteri yang tersering, akan tetapi mulai menunjukkan adanya resistensi terhadap antibiotik akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat, sehingga penanganan infeksi bakteri juga semakin sulit. Bawang putih (Allium sativum Linn.) dapat digunakan sebagai terapi alternatif infeksi kedua bakteri tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek antimikroba bawang putih terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Desain penelitian bersifat eksperimental murni secara in vitro di laboratorium, menggunakan Mueller-Hinton Agar dengan metode sumuran, lalu diamati diameter zona inhibisi yang dibentuk oleh bawang putih dalam satuan millimeter. Kontrol negatif menggunakan akuades dan kontrol positif menggunakan gentamisin. Data yang diperoleh diolah menggunakan Uji ANOVA Satu Arah dengan α= 5%, dilanjutkan dengan Multiple Comparisons Fisher’s LSD. Pada hasil penelitian didapatkan zona inhibisi terbesar terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada konsentrasi ekstrak etanol bawang putih 100% masing-masing dengan diameter 26,3 mm dan 24,7 mm. Sedangkan zona inhibisi terkecil diperoleh pada konsentrasi 6,25% untuk Staphylococcus aureus sebesar 9,4 mm dan Escherichia coli sebesar 8,6 mm. Uji ANOVA Satu Arah menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p <0,01). Melalui Uji Multiple Comparisons Fisher’s LSD didapatkan rerata bawang putih dan kontrol negatif mempunyai perbedaan yang sangat signifikan (p <0,01), yang berarti bawang putih memiliki efek antimikroba. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol bawang putih memiliki efek antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: antimikroba, bawang putih, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, zona inhibisi
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > 10 School of Medicine
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 20 Jan 2015 06:33
Last Modified: 09 Nov 2017 02:35
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/9082

Actions (login required)

View Item View Item