Studi Deskriptif Mengenai Identitas Etnis Pada Individu Muslim Dewasa Awal Etnis Tionghoa Jama'ah Masjid "X" Kota Bandung

Kurniasih, Fenny (0430151) (2009) Studi Deskriptif Mengenai Identitas Etnis Pada Individu Muslim Dewasa Awal Etnis Tionghoa Jama'ah Masjid "X" Kota Bandung. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0430151_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (32Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0430151_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (405Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0430151_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (88Kb) | Preview
[img] Text
0430151_Chapter 2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (106Kb)
[img] Text
0430151_Chapter 3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (96Kb)
[img] Text
0430151_Chapter 4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (78Kb)
[img]
Preview
Text
0430151_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (23Kb) | Preview
[img] Text
0430151_Cover.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (60Kb)
[img]
Preview
Text
0430151_References.pdf - Accepted Version

Download (16Kb) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “Studi Deskriptif Mengenai Indentitas Etnis Pada Individu Muslim Dewasa Awal Etnis Tionghoa Jama’ah Masjid “X” Kota Bandung”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran identitas etnis pada individu muslim dewasa awal etnis Tionghoa jama’ah Masjid “X” Kota Bandung. Rancangan penelitian yang diajukan menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei. Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah identitas etnis. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan ukuran sampel 20 orang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur identitas etnis merupakan alat ukur yang diciptakan Jean S. Phinney (1992) yaitu The Multigroup Ethnic Identity Measures (MEIM) yang terdiri dari 14 item. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian disajikan dengan teknik distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Hasilnya adalah sejumlah 50% responden memiliki status achieved ethnic identity, 40% responden memiliki status identitas unexamined ethnic identity yang terdiri dari 25% responden memiliki status foreclosure ethnic identity dan 15% responden memiliki status diffuse ethnic identity. Sisanya, yaitu 10% responden memiliki status search ethnic identity. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagian (50%) responden memiliki status achieved ethnic identity, responden menunjukkan usaha untuk mencari informasi lebih banyak mengenai etnisnya dan menjalankan keputusan untuk ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan etnisnya. Sebagian lain (40%) responden memiliki status identitas unexamined ethnic identity, yang terdiri dari 25% responden memiliki status foreclosure ethnic identity, responden kurang menunjukkan usaha mencari informasi lebih banyak lagi dari yang diberikan oleh kedua orang tuanya mengenai etnisnya, namun mereka tetap ikut aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan etnisnya; dan 15% responden memiliki status diffuse ethnic identity, responden menunjukan kurangnya usaha untuk mencari informasi lebih banyak lagi mengenai etnisnya dan mereka juga tidak berkomitmen untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan etnisnya. Sisanya, yaitu 10% responden memiliki status search ethnic identity, individu menunjukkan usaha untuk mencari informasi lebih banyak mengenai etnisnya akan tetapi tidak mengambil keputusan untuk aktif terlibat pada kegiatan-kegiatan etnisnya. Saran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya adalah bagi penelitian selanjutnya, dapat dilakukan penelitian pada jama’ah Masjid “X” yang berada di daerah lain seperti Jakarta, Cirebon, Surabaya, Yogyakarta, Cilacap dan Tanggerang sehingga dengan demikian dapat diketahui apakah ada perbedaan status identitas etnis jika berada di tengah-tengah kebudayaan mayoritas yang berbeda, serta dapat mengaitkan identitas etnis dengan variabel lain seperti agama yang lain atau dengan pola asuh pada orangtua yang berbeda agama. Sedangkan saran guna laksana adalah agar jama’ah etnis Tionghoa yang belum mengetahui adat-istiadat etnis Tionghoa dan hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam dapat lebih lagi mempelajarinya dan bagi Masjid “X” diharapkan dapat lebih lagi membudayakan adat-istiadat dan nilai-nilai etnis Tionghoa di kalangan muslim beretnis Tionghoa dengan cara mengajak masyarakat muslim Tionghoa secara umum untuk mengikuti pendalaman mengenai pengetahuan dan pemahaman yang lebih mengenai budayanya yang tidak bertentangan dengan agama Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 20 Nov 2014 09:46
Last Modified: 20 Nov 2014 09:46
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/8275

Actions (login required)

View Item View Item