Usulan Peningkatan Kapasitas Produksi Dalam Upaya Memenuhi Permintaan Pada PT. Kerta Laksana Bandung

Indrawan, Andi ( 0023161 ) (2005) Usulan Peningkatan Kapasitas Produksi Dalam Upaya Memenuhi Permintaan Pada PT. Kerta Laksana Bandung. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0023161_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (58Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0023161_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (487Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0023161_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (25Kb) | Preview
[img] Text
0023161_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (233Kb)
[img] Text
0023161_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (91Kb)
[img] Text
0023161_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (175Kb)
[img] Text
0023161_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1599Kb)
[img]
Preview
Text
0023161_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (30Kb) | Preview
[img] Text
0023161_Cover.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (34Kb)
[img]
Preview
Text
0023161_Jurnal.pdf - Accepted Version

Download (140Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0023161_References.pdf - Accepted Version

Download (12Kb) | Preview

Abstract

PT. Kerta Laksana merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor pembuatan peralatan pertanian dan konstruksi mesin. Saat ini PT Kerta Laksana memiliki 3 divisi yang aktif yaitu divisi mesin giling, divisi umum, divisi Screw Conveyor (objek penelitian). Produk yang dijadikan objek penelitian adalah produk yang tingkat permintaan-kumulatifnya mencapai 90% dalam 1 tahun terakhir yaitu produk screw conveyor 5m (tipe A), screw conveyor 7.5m (tipe B), screw conveyor 10m (tipe C), screw 5m (tipe D), screw extruder (tipe E). Sekarang ini kapasitas produksi per bulan yang dimiliki divisi Screw Conveyor belum dapat mencukupi permintaan konsumen walaupun perusahaan sudah menggunakan jam lembur. Salah satu penyebabnya adalah tidak seimbangnya pembebanan kerja setiap stasiun kerja pada divisi Screw Conveyor. Ketidakseimbangan beban kerja dapat dilihat dari banyaknya stasiun kerja yang menganggur dan penumpukan barang setengah jadi pada stasiun kerja tertentu. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengusulkan pembebanan kerja yang seimbang, dan meningkatkan kapasitas produksi. Dari kedua metode penyeimbangan lintasan produksi yang digunakan (Metode Region Approach dan Metode Rank Positional Weight), metode yang terpilih adalah metode Region Approach Revision (usulan). Kelebihan dari metode penyeimbangan lintasan usulan adalah terjadinya peningkatan utilisasi stasiun kerja sebesar 43.79% (dari 36.16% menjadi 79.95%), peningkatan efisiensi lintasan sebesar 42.27% (dari 35.21% menjadi 77.58%), penurunan smoothness index (menunjukkan kelancaran dari suatu lintas produksi, semakin kecil semakin baik karena berarti perbedaan waktu antar stasiun-stasiun kerja yang ada tidak terlalu besar) sebesar 19350.67 (dari 30499.98 menjadi 11149.31). Untuk membantu memperlancar aliran material, penulis mencoba menyusun tata letak mesin dengan menggunakan pendekatan from to chart frekuensi. Berdasarkan peramalan yang dilakukan, jumlah permintaan per bulan untuk tipe A = 16 unit, tipe B = 26 unit, tipe C = 18 unit, tipe D = 12 unit, dan tipe E = 8 unit. Saat ini kapasitas per bulan yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan jam kerja reguler dan jam lembur masih mengalami kekurangan untuk tipe A = 7 unit, tipe B = 11 unit, tipe C = 8 unit. Sedangkan untuk tipe D, dan tipe E perusahaan sudah dapat memenuhi permintaan. Dengan menggunakan metode penyeimbangan lintasan usulan, perusahaan dapat memenuhi permintaan per bulan untuk semua tipe produk hanya dengan menggunakan jam kerja reguler. Jumlah pekerja usulan berkurang dari 24 orang menjadi 21 orang. Jumlah mesin usulan yang digunakan adalah mesin potong plat, mesin rol dan mesin tekuk masing-masing = 1 unit (masing-masing berkurang 1 unit), mesin las = 3 unit (berkurang 2 unit), mesin bubut = 4 unit, gerinda tangan = 3 unit (masing-masing bertambah 1 unit), mesin las plasma 2 unit (tetap), mesin gergaji potong 1 unit (tetap). Untuk penambahan mesin bubut dan gerinda tangan perusahaan menggunakan mesin cadangan yang dimiliki. Saran untuk perusahaan adalah sebaiknya perusahaan memindahkan kelebihan jumlah tenaga kerja dan kelebihan mesin ke bagian lain yang membutuhkan atau dapat dijadikan sebagai cadangan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > 23 Industrial Engineering Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 11 Oct 2013 10:28
Last Modified: 11 Oct 2013 10:28
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/4332

Actions (login required)

View Item View Item