Simulasi dan Perbandingan Waktu Penkodean Antara Algoritma Peterson-Gorenstein-Zierler dan Berlekamp-Massey Pada Kode Reed-Solomon

Sagala, Februyanto Maranda ( 0722010 ) (2012) Simulasi dan Perbandingan Waktu Penkodean Antara Algoritma Peterson-Gorenstein-Zierler dan Berlekamp-Massey Pada Kode Reed-Solomon. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0722010_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (108Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0722010_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (115Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0722010_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (39Kb) | Preview
[img] Text
0722010_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (218Kb)
[img] Text
0722010_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (123Kb)
[img] Text
0722010_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (546Kb)
[img]
Preview
Text
0722010_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (6Kb) | Preview
[img] Text
0722010_Cover.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (73Kb)
[img]
Preview
Text
0722010_References.pdf - Accepted Version

Download (6Kb) | Preview

Abstract

Pada sistem komunikasi, proses pengiriman data dari sumber ke tujuan dapat dikatakan baik bila data yang diterima sama dengan data yang dikirim. Pada kenyataannya selama proses pengiriman data, data yang dikirim seringkali mengalami gangguan yang dapat menyebabkan data yang diterima tidak sama dengan data yang dikirim. Pada Tugas Akhir ini dibahas metode Reed-Solomon untuk memperbaiki error yang mungkin terjadi pada proses pengiriman. Proses pengkodean dan pendekodean kode Reed-Solomon telah berhasil disimulasikan pada Tugas Akhir ini. Untuk mendekodekan kode Reed-Solomon digunakan dua dekoder dengan algoritma berbeda. Algoritma yang digunakan untuk dekoder adalah Berlekamp-Massey (BMA) dan Peterson-Gorenstein-Zierler (PGZ). Waktu proses pendekodean dengan kedua algoritma tersebut dibandingkan. Hasil simulasi dan analisa data diketahui bahwa kedua dekoder memiliki kemampuan yang sama dalam mengoreksi error dengan batas maksimal berjumlah t simbol. Perbedaan waktu pendekodean rata-rata kedua dekoder adalah 0,115 s untuk nilai t dari 1 sampai 5 simbol. Dekoder PGZ lebih lama sekitar 10 kali,120 kali, dan 960 kali dibanding dekoder BMA untuk nilai t=6,7, dan 8 berdasarkan nilai t untuk setiap nilai m (jumlah bit tiap 1 simbol). Perbedaan waktu pendekodean rata-rata untuk nilai t dari 1 sampai 7 simbol secara berturut-turut adalah 0,04 s, 0,048 s, 0,058 s, 0,054 s, 0,259s, 1,605 s, dan 14,606 s berdasarkan nilai m untuk setiap nilai t. Dekoder PGZ kurang efisien dari segi waktu proses pendekodean dibandingkan dekoder BMA untuk nilai t>5 simbol.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kode Reed-Solomon, Algoritma Berlekamp-Massey, Algoritma Peterson-Gorenstein-Zierler
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Faculty of Engineering > 22 Electrical Engineering Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 12 Sep 2013 08:34
Last Modified: 12 Sep 2013 08:34
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/4030

Actions (login required)

View Item View Item