Tallar, Robby Yussac
(2023)
Studi Permasalahan Banjir Ditinjau dari Perspektif Sosial dan Budaya.
Technical Report.
Universitas Kristen Maranatha.
(Unpublished)
Abstract
Permasalahan banjir yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh dua variabel utama yaitu kondisi
alamiah dan faktor manusia secara alamiah ada beberapa wilayah di Indonesia yang lebih rendah
dari permukaan air laut dan berkontur datar. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan banjir apabila
musim hujan telah tiba, sebagian besar permasalahan banjir yang terjadi di Indonesia justru di
akibatkan oleh fator manusia. Kondisi sosial budaya termasuk didalamnya tingkat pendidikan
adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan menimbang adanya satu asumsi hubungan
antara tingkat pendidikan dengan genangan atau banjir itu sendiri. Oleh karena itu tujuan dari
penulisan ini adalah untuk mempelajari sejauh mana hubungan antara tingkat pendidikan
masyarakat pada suatu wilayah daerah aliran sungai (DAS) terhadap peristiwa banjir yang terjadi
di wilayah DAS tersebut. Wilayah yang di ambil sebagai studi kasus adalah wilayah sungai
Jratunseluna, Jawa Tengah. Metode analisa deskritif dan regresi linier dilakukan untuk mencapai
tujuan penulisan. Berdasarkan hasil analisa tersebut didapatkan Kota Semarang yang menempuh
pendidikan dari tidak tamat SD hingga Perguruan Tinggi yaitu 1.241.616 jiwa dengan luas
genangan banjir 5000 Ha, Kabupaten Kudus menempuh pendidikan berjumlah 595.540 jiwa luas
genangan 26.000 Ha, dan Kabupaten Jepara dengan tingkat pendidikan berjumlah 855.548 jiwa
luas gengan banjir 8000 Ha. Kesimpulan dari penulisan ini antara lain semakin tinggi tingkat
pendidikan di suatau wilayah kota maupun kabupaten maka luas genangan relatif tidak terlalu luas,
begitu juga sebaliknya.
Actions (login required)
 |
View Item |