Lukman, Christine Claudia and Hartanti, Monica (2022) Fenomena Mimikri dan Memori Kolektif pada Motif Batik Prajurit Hindia Belanda. Mozaik Humaniora, 22 (1). pp. 15-29. ISSN 2442-935X
Text
Fenomena Mimikri dan Memori Kolektif pada Motif Batik Prajurit Hindia Belanda.pdf Download (3091Kb) |
|
Text
Similiarity Fenomena Mimikri dan Memori Kolektif pada Motif Batik Prajurit Hindia Belanda.pdf Download (4Mb) |
Abstract
Motif batik prajurit Hindia Belanda banyak dibuat pada masa sebelum kemerdekaan maupun saat ini. Para pengusaha memproduksi batik dengan motif ini berdasarkan pertimbangan ekonomi dan juga ideologi. Pada masa kolonial, salah satu pangsa pasar penting adalah para istri prajurit Hindia Belanda. Mereka menyukai dan membeli batik dengan motif ini karena selain memiliki nilai estetika, juga memiliki ideologi yang mendukung kolonialisme, serta memiliki fungsi sebagai media untuk mengabadikan memori kolektif tentang kemenangan pasukan suaminya sebagai protagonis dalam Perang Jawa (Diponegoro) dan Perang Lombok. Setelah Indonesia merdeka, pengusaha Bumiputera di Trusmi memproduksi batik dengan motif yang mirip, tetapi dengan ideologi yang menentang kolonialisme yang berfungsi untuk mengabadikan memori kolektif tentang kesengsaraan rakyat akibat penindasan prajurit Hindia Belanda di masa penjajahan. Dengan demikian, motif batik prajurit Hindia Belanda yang dibuat pada masa kolonial dan pasacakolonial memiliki perbedaan ideologi dan memori kolektif, walaupun memiliki gaya visual yang mirip. Untuk mengungkapkan perbedaan tersebut, dilakukan penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif, dengan menggunakan analisis semiotika tekstual yang didukung oleh teori mimikri yang berasal dari kajian poskolonial, dan memori kolektif dari Halbwach. Sampel purposif berasal dari motif batik prajurit Hindia Belanda yang dibuat oleh pengusaha Indo-Eropa, Indo-Arab, Tionghoa Peranakan pada masa kolonial, dan Bumiputera sesudah Indonesia merdeka. Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena mimikri pada batik yang dibuat oleh pengusaha Indo-Arab, Tionghoa Peranakan, dan Bumiputera terhadap batik dari pengusaha Indo-Eropa. Perbedaan sudut pandang terhadap ideologi kolonialisme menyebabkan adanya perbedaan memori kolektif yang diabadikan dalam berbagai motif batik dari para pengusaha yang berlainan etnisitas tersebut.
Item Type: | Article |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | ideologi, memori kolektif, mimikri, motif batik prajurit Hindia Belanda |
Subjects: | N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR |
Depositing User: | Perpustakaan Maranatha |
Date Deposited: | 12 Sep 2022 08:48 |
Last Modified: | 10 Apr 2023 01:35 |
URI: | http://repository.maranatha.edu/id/eprint/30458 |
Actions (login required)
View Item |