Manurung, Sutan A.H.M. (1421058) (2018) Pengaruh Waktu Pembebanan Terhadap Modulus Terkekang Berdasarkan Uji Konsolidasi. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.
|
Text
1421058_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version Download (734Kb) | Preview |
|
Text
1421058_Appendices.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (6Mb) |
||
|
Text
1421058_Chapter1.pdf - Accepted Version Download (440Kb) | Preview |
|
Text
1421058_Chapter2.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (2254Kb) |
||
Text
1421058_Chapter3.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (3029Kb) |
||
Text
1421058_Chapter4.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (1816Kb) |
||
|
Text
1421058_Conclusion.pdf - Accepted Version Download (592Kb) | Preview |
|
|
Text
1421058_Cover.pdf - Accepted Version Download (625Kb) | Preview |
|
|
Text
1421058_References.pdf - Accepted Version Download (598Kb) | Preview |
Abstract
Investigasi geoteknik sangat penting dilakukan dalam pembangunan infrastruktur untuk menentukan desain, salah satunya adalah penurunan tanah. Parameter penurunan tanah dapat diperoleh dengan melakukan uji konsolidasi satu dimensi di laboratorium. Salah satu parameter penurunan tanah tersebut adalah modulus terkekang atau disebut juga sebagai oedometric modulus (Eoed). Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh waktu pembebanan terhadap modulus terkekang berdasarkan uji konsolidasi di laboratorium. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah membandingkan uji konsolidasi dengan waktu pembebanan 24 jam dan waktu pembebanan 48 jam untuk setiap applied pressure. Penelitian ini menggunakan 4 sampel yang berasal dari dua titik lubang bor yang berbeda, dua sampel digunakan untuk pengujian dengan waktu pembebanan 24 jam dan dua sampel lainnya untuk pengujian dengan waktu pembebanan 48 jam. Hasil penelitian untuk nilai angka pori (e) dengan applied pressure sebesar 25kPa pada sampel A dengan waktu pembebanan 24 jam sebesar 2,36 dan waktu pembebanan 48 jam sebesar 2,19. Nilai angka pori pada sampel B dengan waktu pembebanan 24 jam sebesar 2,18 dan waktu pembebanan 48 jam sebesar 1,97. Nilai regangan (εv) terbesar pada sampel A dengan waktu pembebanan 24 jam sebesar 51,32% dan waktu pembebanan 48 jam sebesar 53,68%. Nilai regangan (εv) terbesar pada sampel B dengan waktu pembebanan 24 jam sebesar 41,97%, dan waktu pembebanan 48 jam sebesar 39,93%. Nilai modulus terkekang (Eoed) terbesar pada sampel A untuk waktu pembebanan 24 jam sebesar 6474,64kPa dan waktu pembebanan 48 jam sebesar 5872,24kPa. Nilai modulus terkekang (Eoed) terbesar pada sampel B untuk waktu pembebanan 24 jam sebesar 6057,23kPa dan waktu pembebanan 48 jam sebesar 5541,80kPa. Waktu pembebanan berpengaruh terhadap nilai modulus terkekang (Eoed) pada saat applied pressure 200kPa ke 400kPa untuk sampel A dan sampel B. Kenaikan nilai modulus terkekang (Eoed) dengan waktu pembebanan 48 jam terhadap nilai modulus terkekang (Eoed) dengan waktu pembebanan 24 jam adalah sebesar 49,44% untuk sampel A dan sebesar 21.57% untuk sampel B.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: konsolidasi, modulus terkekang, oedometric modulus (Eoed), angka pori (e), applied pressure, regangan (εv) |
Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
Divisions: | Faculty of Engineering > 21 Civil Engineering Department |
Depositing User: | Perpustakaan Maranatha |
Date Deposited: | 04 Sep 2018 04:33 |
Last Modified: | 04 Sep 2018 04:33 |
URI: | http://repository.maranatha.edu/id/eprint/24606 |
Actions (login required)
View Item |