Efektivitas Pelatihan Pengayaan Pengetahuan Implisit Penggunaan Pertanyaan Sekunder terhadap Pengetahuan Implisit Penggunaan Pertanyaan Sekunder Assessor Assessment Center Biro Konsultan X

Tedja, Sidharta (1032027) (2014) Efektivitas Pelatihan Pengayaan Pengetahuan Implisit Penggunaan Pertanyaan Sekunder terhadap Pengetahuan Implisit Penggunaan Pertanyaan Sekunder Assessor Assessment Center Biro Konsultan X. Masters thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1032027_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (112Kb) | Preview
[img] Text
1032027_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (870Kb)
[img]
Preview
Text
1032027_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (96Kb) | Preview
[img] Text
1032027_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (279Kb)
[img] Text
1032027_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (147Kb)
[img] Text
1032027_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (383Kb)
[img]
Preview
Text
1032027_Conclussion.pdf - Accepted Version

Download (50Kb) | Preview
[img] Text
1032027_Cover.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (217Kb)
[img]
Preview
Text
1032027_References.pdf - Accepted Version

Download (19Kb) | Preview

Abstract

X merupakan sebuah biro konsultan  yang bergerak dalam penyediaan jasa  assessment  center. Tentunya kemampuan assessor menjadi hal yang sangat kritis bagi Xketika melayani klien‐ kleinnya. Walaupun sudah diberikan berbagai pelatihan dan kegiatan pengembangan, namun  tetap  dirasakan adanya kebutuhan untuk mempertajam kemampuan assessornya sehingga bisa bekerja  lebih efektif. Penelitian ini  dirancang untuk mengembangkan aktivitas pengembangan yang bisa  memenuhi kebutuhan assessor maupun X     Sebelum penelitian ini, sudah dilaksanakan  penelitian lain yang fokus kepada front end  analysis dari assessor X. Dalam penelitian tersebut, disimpulkan bahwa walaupun assessor dapat  bekerja  secara  efektif  dalam  menjalankan  dalam  berbegai  tugas‐  tugasnya,  namun  sebagai  pewawancara  terdapat  beberapa  bukti  yang  menunjukkan  bahwa  kemampuan  mereka  tidak  sepenuhnya  efektif.  Selain  itu,  disimpulkan  juga  bahwa  cara  wawancara  assessor  masih  kurang  efektif bila dibandingkan dengan cara administrator dalam memberikan wawancara. Perbedaan ini  lebih  terlihat  dalam  konteks  pemberian  secondary  questions.  Oleh  karena  itu,  adalah  tujuan  penelitian  ini  untuk  mengembangkan  cara  untuk  mengembangkan  kemampuan  memberikan  secondary  questions.  Mengingat  bahwa  proses  mengembangkan  kemampuan  wawancara  (khususnay dalam mengembangkan kemampuan menggali pertanyaan) pada dasarnya merupakan  pengembangan keahlian dalam bidang spesifik, maka  dihipotesiskan bahwa dengan memfokuskan  pada  pengembangan  pengetahuan  implisit  (tacit  knowledge)  maka  pada  akhirnya  kemampuan  wawancara akan meningkat.   Untuk mengembangkan kemampuan dalam secondary questions maka  penelitian ini fokus pada mekanisme dan akuisisi transfer tacit knowledge. Pendekatan experiential  learning diterapkan dalam memilih dan mengelola kegiatan dalam pelatihan ini.  Kegiatan yang  dilakukan dalam penelitian ini adalah diskusi, alih peran, modeling dan studi kasus.     Penelitian ini menggunakan desain pretest post test single group design  Peserta pelatihan  adalah sebanyak empat assessor. Mereka sudah memiliki pengalaman setidaknya tiga tahun dan  saat  ini  bekerja  sebagai  assessor.  Hasil  menunukkan  bahwa   pelatihan  mempengaruhi  pengembangan kemampuan  secondary questions (P value=0,0625, α= 0,1). Secara umum nilai rating  untuk lima bentuk secondary questions  meningkat , namun hanya dua bentuk yang mengalami  peningkatan signifikan (P value=0,0625, α= 0,1), yaitu kemampuan untuk memberikan secondary  questions yang relevan dengan kompetensi dan kemampuan dalam  memanfaatkan dugaan awal  untuk menjadi pertanyaan‐pertanyaan yang termasuk dalam secondary questions.  Bentuk‐bentuk  lain dari secondary questions   juga meningkat tapi tidak signifikan. ( kemampuan untuk memberikan  pertanyaan  spesifiki,  bertanya  berdasarkan  pertanyaan  yang  netral  dan  kemampuan  dalam  memberikan pertanyaan berdasarkan pertimbangan level managerial assessee). 

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: secondary  questions,  akuisisi  tacit knowledge,  transfer  tacit  knowledge, pengembangan pelatihan, assessor assessment center.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > 32 Master’s Degree in Professional Psychology
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 26 Nov 2014 08:48
Last Modified: 26 Nov 2014 08:48
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/8408

Actions (login required)

View Item View Item