Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Di PT.Gistex Textile Division

Lestari, Yani ( 1023001 ) (2014) Usulan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Di PT.Gistex Textile Division. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1023001_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (153Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1023001_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (954Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1023001_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (21Kb) | Preview
[img] Text
1023001_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (330Kb)
[img] Text
1023001_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (92Kb)
[img] Text
1023001_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (182Kb)
[img] Text
1023001_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (747Kb)
[img]
Preview
Text
1023001_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (22Kb) | Preview
[img] Text
1023001_Cover.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (417Kb)
[img]
Preview
Text
1023001_References.pdf - Accepted Version

Download (9Kb) | Preview

Abstract

PT. Gistex Textile Division (Lagadar) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil. Hasil produksinya adalah kain jadi (kain yang telah diberi warna) yang diekspor ke luar negeri. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan langsung, masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan adalah masalah persediaan bahan baku (benang) pada departemen weaving. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pengendalian persediaan bahan baku sehingga permintaan konsumen dapat terpenuhi dengan tepat waktu dan biaya-biaya yang harus dikeluarkan perusahaan dapat diminimasi. Metode yang digunakan perusahaan saat ini adalah pemesanan bahan baku dilakukan setiap 29 hari secara rutin dengan kuantitas pemesanan yang merupakan selisih dari kapasitas maksimum gudang dan persediaan yang ada pada saat pemesanan dilakukan. Peningkatan pengendalian persediaan bahan baku dilakukan dengan pengolahan data dan analisis. Pengolahan data pengendalian persediaan bahan baku dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah pengujian kenormalan data. Tahapan kedua adalah pembuatan peramalan permintaan (perhitungan CV, penentuan metode peramalan, perhitungan ukuran kesalahan/error, dan pengujian Tracking Signal) dan pengidentifikasian biaya-biaya yang terkait (biaya pesa, biaya simpan, dan biaya stockout). Tahapan ketiga adalah perhitungan pengendalian persediaan menggunakan metode perusahaan dan metode usulan (metode P, Q, dan Optional). Tahapan keempat adalah pememilihan metode usulan pengendalian persediaaan terbaik berdasarkan total biaya terkecil. Tahapan selanjutnya adalah perbandingan antara metode perusahaan dan metode usulan terbaik. Tahapan terakhir adalah perhitungan total biaya hasil forecasting menggunakan metode usulan terpilih. Setelah melakukan pengolahan data, maka didapatkan hasil berupa total biaya dari masing-masing metode. Metode P (t, E) usulan dengan interval waktu pemesanan (t) setiap 2 hari untuk supplier PT. Gistex Chewon Synthetic dan 3 hari untuk supplier Polysindo/PT. Asia Pasific Fibers Tbk. menghasilkan total biaya sebesar Rp 158.578.485,32/periode. Metode Q (Q, B) usulan dengan masing-masing nilai B (reorder point) dan Q (jumlah pemesanan) untuk setiap jenis benang menghasilkan total biaya sebesar Rp 138.218.928,92/periode. Metode Optional (t, B, E) usulan dengan interval waktu pemesanan (t) masing-masing setiap 4 hari untuk supplier PT. Gistex Chewon Synthetic dan Polysindo/PT. Asia Pasific Fibers Tbk. menghasilkan total biaya sebesar Rp 179.848.417,63/periode. Dari ketiga metode usulan, metode Q (Q, B) yang menghasilkan total biaya terkecil sehingga metode Q (Q, B) terpilih sebagai metode usulan terbaik. Metode perusahaan saat ini dengan interval waktu pemesanan (t) setiap 29 hari menghasilkan total biaya sebesar Rp 203.798.906,45/periode. Jika dibandingkan dengan metode perusahaan, metode Q (Q, B) tetap menghasilkan total biaya yang terkecil. Jika perusahaan menerapkan metode Q (Q, B), maka akan melakukan penghematan sebesar 32,179% atau sebesar Rp 65.579.977,52/periode. Total biaya metode Q (Q, B) untuk hasil peramalan sebesar Rp 52.469.321,14/periode.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > 23 Industrial Engineering Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 08 May 2014 08:26
Last Modified: 08 May 2014 08:26
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5630

Actions (login required)

View Item View Item