Perancangan Fasilitas Fisik, Lingkungan Fisik dan Tata Letak Gerbong Kereta Makan Dilihat Dari Segi Ergonomis Dengan Fasilitas Balkon, Karaoke, dan Kursi Pijat (Studi Kasus Kereta Api Kelas Eksekutif Argo Willis Bandung-Surabaya Di PT.KAI,Bandung)

Desiyani, Astrid ( 0823026 ) (2012) Perancangan Fasilitas Fisik, Lingkungan Fisik dan Tata Letak Gerbong Kereta Makan Dilihat Dari Segi Ergonomis Dengan Fasilitas Balkon, Karaoke, dan Kursi Pijat (Studi Kasus Kereta Api Kelas Eksekutif Argo Willis Bandung-Surabaya Di PT.KAI,Bandung). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0823026_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (83Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0823026_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (670Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0823026_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (154Kb) | Preview
[img] Text
0823026_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (736Kb)
[img] Text
0823026_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (177Kb)
[img] Text
0823026_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (807Kb)
[img]
Preview
Text
0823026_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (173Kb) | Preview
[img] Text
0823026_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1328Kb)
[img]
Preview
Text
0823026_Cover.pdf - Accepted Version

Download (120Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0823026_References.pdf - Accepted Version

Download (130Kb) | Preview

Abstract

PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) merupakan salah satu perusahaan yang melayani jasa transportasi darat. Untuk meningkatkan pelayanan kereta api Argo Wilis jurusan Bandung - Surabaya, PT. KAI ingin merenovasi gerbong kereta salah satunya adalah gerbong kereta makan. Gerbong kereta makan sering dikeluhkan tidak nyaman oleh penumpang. Masalah tersebut disebabkan oleh fasilitas fisik yang tidak ergonomis, udara yang panas, suasana yang berkesan sumpek dan pengap, pencahayaan yang tidak merata, suara bising dan adanya potensi kecelakaan. Perancangan gerbong makan diharapkan akan membuat perjalanan penumpang selama 12 jam akan menjadi lebih nyaman dan dapat mengurangi rasa bosan. Penelitian yang dilakukan meliputi perancangan fasilitas fisik, lingkungan fisik, tata letak gerbong makan dan K3. Fasilitas fisik meliputi meja bar, kursi bar, meja makan, kursi makan, jendela dan meja penyajian, lemari gantung 1, lemari gantung 2, meja saji, meja + lemari, lemari rak, tempat cuci piring, dan jendela. Lingkungan fisik meliputi kebisingan, temperatur dan kelembaban, pencahayaan, bau – bauan, dan warna. Serta tata letak meliputi penataan area dapur, area baca, area makan, area karaoke, area ruang operator, area balkon dan gang. K3 meliputi kecelakaan yang berpotensi, pencegahaan, dan penanggulangan kecelakaan pada analisis K3 akan menggunakan fish bone. Data-data dikumpulkan dengan cara wawancara, penyebaran kuesioner sebanyak 50 responden, dan data anthropometri menggunakan acuan buku Eko Nurmianto. Perancangan kondisi fasilitas fisik aktual pada gerbong kereta makan banyak yang tidak ergonomis dan fungsinya tidak sesuai sehingga beberapa fasilitas fisik dialihfungsikan, dimana fasilitas fisik gudang, lemari rak, jendela&meja penyajian, meja saji, box pendingin akan ditiadakan. Fasilitas fisik meja bar, meja dan kursi makan, lemari gantung 1 & 2, akan dirancang ulang dan fasilitas fisik tambahan meja baca, kursi baca, dan meja balkon akan dirancang baru. Lingkungan fisik aktual temperatur dan kelembaban, kebisingan, dan pecahayaan akan diperbaiki agar lebih nyaman, dimana kondisi temperatur dan kelembaban yang tinggi pada siang dan sore menjadi panas, kebisingan bersumber dari bawah gerbong, dan pencahayaan yang tidak merata. Perancangan dilakukan untuk memperbaiki kondisi aktual dimana fasilitas fisik dan lingkungan fisik diperbaiki dengan mendekati kondisi ideal, dimensi fasilitas fisik disesuaikan dengan data antropometri, lingkungan fisik temperatur dan kelembaban dengan memperbaiki/menambah AC dan exhaust fan, pencahayaan dilakukan dengan membuka area gerbong makan, memperbaiki penerangan, kebisingan diredam dengan karpet karet pada lantai dan karpet pada dinding. Penataan tata letak dilakukan dengan mengalihkan fungsi meja bar pada meja makan sehingga kapasitas penumpang bertambah, dan pada K3 dilakukan dengan menambah kotak P3K, APAR, dan adanya pelatihan. Pada perancangan layout dibuat 2 usulan, pada gerbong makan usulan 1 meliputi area dapur, area makan & area baca, sedangkan usulan 2 terdapat fasilitas tambahan berupa kursi pijat, fasilitas karaoke, dan area balkon.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > School of Industrial Engineering
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 24 Apr 2014 09:59
Last Modified: 24 Apr 2014 09:59
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5451

Actions (login required)

View Item View Item