Studi Deskriptif Mengenai Stressor Kerja pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit "X" di Bandung

Agustin, Searly (0130022) (2006) Studi Deskriptif Mengenai Stressor Kerja pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit "X" di Bandung. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0130022_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (72Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0130022_Appendies.pdf - Accepted Version

Download (462Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0130022_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (205Kb) | Preview
[img] Text
0130022_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (232Kb)
[img] Text
0130022_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (115Kb)
[img] Text
0130022_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (123Kb)
[img]
Preview
Text
0130022_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (43Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0130022_Cover.pdf - Accepted Version

Download (110Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0130022_References.pdf - Accepted Version

Download (44Kb) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stressor kerja pada perawat rawat inap Rumah Sakit “X” di Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif, yaitu menggambarkan stressor kerja yang dialami oleh perawat rawat inap. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling, yaitu sampel ditarik dari anggota populasi yang sudah sesuai dengan karakterisitik sampel dan setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk ditarik sebagai sampel karena populasi bersifat homogen. Ukuran sampel pada penelitian ini adalah 79 perawat rawat inap di rumah sakit “X” Bandung. Alat ukur yang dipergunakan adalah kuesioner yang dikonstruksi oleh peneliti berdasarkan Teori Stress Kerja dari Luthans (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organizational Stressors (72.15%) merupakan area stressor yang paling banyak dirasakan oleh perawat rawat inap rumah sakit “X” di Bandung. Untuk area stressor terbanyak kedua adalah Group Stressors (48.10%). Extraorganizational Stressors sebagai area stressor terbanyak ketiga memiliki persentase 22.78%. Individual Stressors merupakan area stressors yang paling sedikit dirasakan oleh perawat rawat inap rumah sakit “X” di Bandung(10.13%). Dari hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa stressor yang paling banyak dialami oleh perawat rawat inap rumah sakit “X” Bandung adalah Organizational Stressors, dimana struktur organisasi memberikan kontribusi yang lebih dominan, dalam dirasakannya area stressor oleh para perawat rawat inap. Saran yang dapat diberikan bagi rumah sakit “X” di Bandung ini adalah merestrukturisasi sistem di dalam organisasi, terutama lebih memberikan perhatian terhadap keluhan-keluhan yang disampaikan perawat. Kurang nyamannya perawat dalam menyampaikan keluhannya kepada atasan dan penghayatan perawat bahwa organisasi kurang menanggapi keluhan mereka secara serius, menjadi stressor yang lebih dominan bagi perawat rawat inap. Oleh sebab itu, maka organisasi dapat memulai restrukturisasi sistem organisasi dengan membuka aliran interaksi antara atasan dan bawahan agar stressor yang ada dapat diatasi secara bersama-sama.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 16 Apr 2014 09:31
Last Modified: 16 Apr 2014 09:31
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5343

Actions (login required)

View Item View Item