Perbaikan Sistem Kerja Dilihat Dari Aspek Ergonomi (Studi Kasus di CV.Kotska Adhi Sentosa, Cirebon)

Eliyani, ( 0723085 ) (2012) Perbaikan Sistem Kerja Dilihat Dari Aspek Ergonomi (Studi Kasus di CV.Kotska Adhi Sentosa, Cirebon). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0723085_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (107Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0723085_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (12Mb) | Preview
[img]
Preview
Text
0723085_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (110Kb) | Preview
[img] Text
0723085_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (326Kb)
[img] Text
0723085_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (323Kb)
[img] Text
0723085_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1085Kb)
[img] Text
0723085_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1131Kb)
[img] Text
0723085_Chapter6.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (914Kb)
[img]
Preview
Text
0723085_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (220Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0723085_Cover.pdf - Accepted Version

Download (86Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0723085_References.pdf - Accepted Version

Download (124Kb) | Preview

Abstract

Penelitian Tugas Akhir mengenai sistem kerja dilakukan pada CV Kotska Adhi Sentosa, yaitu perusahaan yang memproduksi kursi rotan. Penelitian sistem kerja hanya dilakukan pada proses pembuatan rangka kursi rotan tipe engkel byholma. Adapun jumlah stasiun kerja yang diamati adalah sebanyak 5 stasiun yaitu stasiun pemotongan, steam, mold, perakitan, dan QC. Pada saat ini terdapat beberapa masalah yang dialami oleh perusahaan yaitu perusahaan belum mengetahui dengan pasti waktu baku proses pembuatan rangka kursi, adanya permasalahan kapasitas produksi rangka kursi rotan, masih adanya keluhan pekerja terkait kondisi lingkungan kerja, tata letak peralatan kerja yang masih belum baik, sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang belum diterapkan dengan baik, penerapan prinsip manajemen 5S belum dilakukan secara tepat, masih minimnya penggunaan alat material handling, serta gerakan pekerja yang kurang efisien saat melakukan pekerjaannya. Saat melakukan penelitian ini penulis melakukan pengambilan data berupa data umum perusahaan, skenario pekerjaan, data waktu proses, tata letak ruang kerja, data lingkungan fisik kerja, sampling penentuan faktor kelonggaran, data keselamatan dan kesehatan kerja, data alat material handling yang digunakan, serta data fasilitas fisik yang ada pada perusahaan. Untuk melakukan perbaikan sistem kerja, penulis melakukan pengolahan data berupa uji kenormalan, keseragaman, dan kecukupan data, penentuan faktor penyesuaian dan faktor kelonggaran, perhitungan waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku langsung, pembuatan bagan analisa (MTM-1), perhitungan waktu baku tidak langsung, perhitungan index perbandingan, perhitungan kapasitas efektif aktual, uji statistika deskriptif lingkungan fisik kerja dan data keselamatan dan kesehatan kerja serta pembuatan peta proses operasi dan diagram alir Setelah itu penulis menganalisa kondisi alat dan mesin yang digunakan, peta proses operasi, arah aliran material, waktu baku yang dibutuhkan untuk masing-masing stasiun kerja, kapasitas produksi dan kapasitas efektif, faktor penyesuaian dan faktor kelonggaran, layout setempat dan layout keseluruhan, elemen gerakan kerja dihubungkan dengan prinsip ekonomi gerakan, lingkungan fisik kerja, manajemen 5S, sistem keselamatan dan kesehatan kerja, penggunaan alat material handling, serta fasilitas fisik yang ada pada perusahaan. Penulis memberikan usulan perbaikan perancangan alat bantu kerja berupa meja potong, elemen gerakan kerja sehingga lebih efisien, lingkungan fisik kerja berupa lampu yang dapat dipindahkan, pemasangan exhaust fan, penggunaan masker, serta penggunaan ear plug, faktor kelonggaran dan penyesuaian, layout setempat, manajemen 5S, sistem keselamatan dan kesehatan kerja, penggunaan alat material handling, fasilitas fisik kerja serta MTM-1 usulan. Setelah dilakukan perbaikan sistem kerja diperoleh penghematan waktu baku tidak langsung yaitu stasiun 1 sebesar 32.58%, stasiun 2 yaitu 3.30% untuk proses pemanasan dan 41.37% untuk proses pembentukan, stasiun 3 sebesar 9.36%, stasiun 4 sebesar 18.44%, dan stasiun QC sebesar 58.38%. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas efektif produksi rangka kursi dari 72 #/hari menjadi 75 #/hari.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > School of Industrial Engineering
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 15 Apr 2014 10:23
Last Modified: 15 Apr 2014 10:23
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5333

Actions (login required)

View Item View Item