Analisis dan Desain End Block Balok Beton Prategang Dengan Model Penunjang dan Pengikat (Strut and Tie Model)

Fauzia, Irfiani ( 1021050 ) (2012) Analisis dan Desain End Block Balok Beton Prategang Dengan Model Penunjang dan Pengikat (Strut and Tie Model). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1021050_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (445Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1021050_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (510Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1021050_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (181Kb) | Preview
[img] Text
1021050_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (940Kb)
[img] Text
1021050_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (493Kb)
[img] Text
1021050_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (696Kb)
[img]
Preview
Text
1021050_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (86Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1021050_Cover.pdf - Accepted Version

Download (193Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1021050_References.pdf - Accepted Version

Download (84Kb) | Preview

Abstract

Strut and tie model sudah banyak diterapkan pada analisis dan desain dari setiap unsur struktur beton, baik sebagian maupun keseluruhan sistem. Dari berbagai metode yang dipergunakan, banyak kalangan beranggapan bahwa metode pendekatan seperti strut and tie model ini merupakan metode yang rasional dan konsisten dalam mengakomodasikan interaksi momen lentur, gaya aksial dan geser termasuk torsi. Perancangan struktur beton bertulang dengan strut and tie model membagi struktur dalam daerah D (discontinuity) dan B (beam), dan menggambarkan alur gaya (load path) sebagai transfer gaya yang terjadi pada struktur beton pada kondisi retak. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis dan mendesain end block balok beton prategang, dengan jenis beban kerja yaitu beban mati dan beban hidup. Tulangan end block diperoleh dari pemodelan strut dan tie melalui bentuk rangka batang yang sesuai, dan kemudian diverifikasi dengan metode analisis elastis linier. Dari analisis yang telah dilakukan, metode strut and tie menghasilkan nilai gaya tarik sebesar 65,458 kN, sedangkan metode analisis elastis linier menghasilkan nilai gaya tarik sebesar 51,835 kN. Perbedaan nilai gaya tarik kedua metode tersebut sebesar 20,81 %. Gaya tarik yang dihasilkan akan menentukan jumlah tulangan tarik yang dibutuhkan end block balok. Metode strut and tie menghasilkan jumlah tulangan yang digunakan 5D10, sedangkan metode analisis elastis linier menggunakan tulangan sebanyak 4D10. Hal ini membuktikan bahwa metode analisis elastis linier menghasilkan desain yang lebih ekonomis daripada metode strut and tie. Metode analisis elastis linier dapat mereduksi jumlah tulangan tarik sekitar 20 %.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 25 Apr 2013 09:24
Last Modified: 25 Apr 2013 09:24
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/3259

Actions (login required)

View Item View Item