Efek Hipoglikemi Teh Jiaogulan (Gynostemma pentaphyllum) Terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Swiss Webster Jantan Yang Diinduksi Aloksan

Wirawan, Daniel ( 0910042 ) (2012) Efek Hipoglikemi Teh Jiaogulan (Gynostemma pentaphyllum) Terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Swiss Webster Jantan Yang Diinduksi Aloksan. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0910042_Abstract_TOC.PDF - Accepted Version

Download (194Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0910042_Appendices.PDF - Accepted Version

Download (2557Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0910042_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (112Kb) | Preview
[img] Text
0910042_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (431Kb)
[img] Text
0910042_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (104Kb)
[img] Text
0910042_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (130Kb)
[img]
Preview
Text
0910042_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (64Kb) | Preview
[img] Other
0910042_Cover.PDF

Download (0b)
[img]
Preview
Text
0910042_References.pdf - Accepted Version

Download (81Kb) | Preview

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemi. DM merupakan masalah kesehatan global karena prevalensi yang terus meningkat. Masyarakat secara empiris telah menggunakan berbagai jenis tanaman herbal untuk terapi DM, antara lain teh jiaogulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek hipoglikemik teh jiaogulan terhadap kadar glukosa darah mencit galur Swiss Webster jantan yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan eksperimental labolatorium sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). 25 ekor mencit yang telah diinduksi aloksan dibagi secara random menjadi 5 kelompok, kelompok D1, D2, dan D3 diberikan teh jiaogulan 10,4mg, 20,8mg, dan 41,6mg per mencit per hari, KN diberi suspensi CMC 1% dan KP diberi Glibenklamid 0,65mg/kgBB/hari, semua perlakuan diberikan selama 7 hari. Parameter yang diukur adalah kadar glukosa serum (mg/dL) dan analisis statistik menggunakan ANAVA satu arah dengan α = 0,05, dilanjutkan dengan uji beda rata-rata Tukey LSD dengan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara D1 dan KN (p=0,002), D2 dan D3 berbeda signifikan dengan KN (p=0,015 dan p=0,026), serta perbedaan sangat signifikan antara kelompok D1, D2, D3 dengan pembanding (p=0,000). Simpulan bahwa teh jiaogulan efektif menurunkan kadar glukosa darah mencit Swiss Webster jantan yang diinduksi aloksan namun potensinya tidak setara dengan Glibenklamid.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Teh Jiaogulan, Diabetes Melitus, Mencit Galur Swiss Webster
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 08 Feb 2013 07:41
Last Modified: 20 Oct 2017 01:52
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/2621

Actions (login required)

View Item View Item