Production of Everyday Environment as Tourist Territory: Performing a Narration of Domesticity in Laweyan Batik Merchant's House

Setyoningrum, Yunita and Piliang, Yasraf A. and Santosa, Imam and Wahjudi, Deddy (2015) Production of Everyday Environment as Tourist Territory: Performing a Narration of Domesticity in Laweyan Batik Merchant's House. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 30 (3). pp. 331-337. ISSN 0854-3461

[img]
Preview
Text
2. Production of Everyday Environment as Tourist Territory.pdf - Published Version

Download (2445Kb) | Preview

Abstract

Manusia berwisata dan menjadi wisatawan untuk melepaskan diri dari rutinitas kehidupannya sehari-hari. Dengan menjadi wisatawan, mereka mencoba mengalami dan melihat berbagai tempat, yang tentunya berbeda dari tempat lingkungan hidupnya sehari-hari. Kebutuhan untuk menyediakan pengalaman wisata yang unik mengakibatkan menjamurnya aneka bentuk objek daya tarik wisata. Teritori hunian merupakan salah satu objek daya tarik wisata yang saat ini cukup unik dalam menarik wisatawan. Dengan mengunjungi teritori hunian dari suatu kelompok masyarakat, wisatawan dapat merasakan pengalaman budaya yang sesungguhnya (otentik), dengan manusia yang benar-benar tampil apa adanya sebagai perwujudan aktor dalam atraksi wisata. Dengan kata lain, teritori hunian telah dikonstruksi atau dikomodifikasi menjadi destinasi wisata. Ruang wisata yang dikomodifikasi menjadi destinasi tersebut, merepresentasikan identitas budaya masyarakatnya. Kampung batik Laweyan di Surakarta pada kurun waktu 10 tahun terakhir telah menjadi salah satu komoditas wisata budaya di Jawa Tengah. Beberapa bagian dari rumah direkonstruksi menjadi tempat yang menarik untuk atraksi wisata. Artikel ini akan menunjukkan bagaimana budaya Jawa setempat direpresentasikan ke dalam setting teritori rumah Jawa Laweyan yang dikonstruksi sebagai ruang wisata, khususnya pada pemanfaatan sebagai tempat wisata belanja. Setiap teritori wisata yang terkonstruksi di Laweyan, bagaimananapun juga akan menarasikan karakter khusus lingkungan domestik masyarakat setempat yang berawal dari pandangan hidup mereka. Dalam hal ini, narasi karakter domestik pada organisasi ruang rumah Jawa diciptakan sedemikian rupa untuk menciptakan pengalaman wisatawan terhadap "yang lain" (the other).

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Javanese traditional houses, representation, Javanese culture, territory, and tourism
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 21 May 2018 02:10
Last Modified: 21 May 2018 02:10
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/24498

Actions (login required)

View Item View Item