Usulan penentuan Prioritas Dan Perbaikan Kinerja Terhadap Supplier Menggunakan metode Analytical Hierarcy Process di "CV Martin Lestari"

Alexia, Delfri (0723088) (2011) Usulan penentuan Prioritas Dan Perbaikan Kinerja Terhadap Supplier Menggunakan metode Analytical Hierarcy Process di "CV Martin Lestari". Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img] Text
0723088_Abstract_TOC.pdf

Download (35Kb)
[img] Text
0723088_Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (62Kb)
[img] Text
0723088_Chapter1.pdf

Download (21Kb)
[img] Text
0723088_Chapter2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (128Kb)
[img] Text
0723088_Chapter3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198Kb)
[img] Text
0723088_Chapter4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (35Kb)
[img] Text
0723088_Chapter5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (193Kb)
[img]
Preview
Text
0723088_Conclusion.pdf

Download (23Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0723088_Cover.pdf

Download (31Kb) | Preview
[img] Text
0723088_References.pdf

Download (14Kb)

Abstract

Bahan baku merupakan sumber daya utama dalam kegiatan produksi selain sumber daya manusia sebagai tenaga kerja dan mesin sebagai sumber daya teknologi, dengan alasan diatas maka perlu dilakukan pemilihan supplier yang baik untuk memenuhi kebutuhan bahan baku berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Selain itu, menjaga hubungan yang baik dengan supplier akan meningkatkan performa dari supplier dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku. Penelitian ini dilakukan di “CV. MARTIN LESTARI”, dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan terhadap masalah penentuan prioritas pilihan dari berbagai alternatif. Metode ini diawali dengan membuat struktur hirarki dari permasalahan yang ingin diselesaikan, struktur hirarki ini terdiri dari tujuan yang ingin dicapai, kriteria dan subkriteria yang merupakan alternatif dari kriteria tersebut. Langkah selanjutnya membuat matriks perbandingan berpasangan untuk mengetahui hubungan tingkat kepentingan antara elemen yang satu dengan yang lain. Pada matriks tersebut akan dicari bobot dari tiap kriteria atau sub kriteria. Kemudian dilakukan pengujian konsistensi untuk mengetahui kekonsistensian dari kriteria dan subkriteria. Bobot prioritas global diperoleh dengan mengalikan bobot prioritas local dari kriteria dengan bobot prioritas local dari subkriteria. Pengurutan peringkat dilakukan untuk mengetahui supplier yang memiliki performansi terbaik bagi perusahaan. Hubungan antara perusahaan dengan supplier merupakan tahapan awal yang sangat penting, karena tahap ini berhubungan langsung dengan ketersediaan barang-barang yang akan diproduksi. Dengan adanya hubungan yang baik diharapkan dapat saling menutupi kekurangan masing-masing. Penerapan AHP dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kinerja supplier dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku. Hasil dari analisis AHP diperoleh kesimpulan bahwa Supplier Badjatex memiliki skor yang paling tinggi diantara supplier lainnya dengan skor 27.897 %, sedangkan supplier KSP memiliki skor 27.490%, supplier Tyfountex memiliki skor 27.354%, supplier Tri Berkat memiliki skor 27.243%, supplier Central Texindo memiliki skor 27.034%, supplier Grandtex memiliki skor 26.998%, supplier APAC Inti memiliki skor 26.039%. Usulan yang diberikan kepada perusahaan dalam menjalin hubungan baik dengan supplier adalah dengan saling memberikan informasi dan melakukan pengukuran performansi secara

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Faculty of Engineering > 23 Industrial Engineering Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 09 Feb 2012 05:25
Last Modified: 09 Feb 2012 05:25
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/177

Actions (login required)

View Item View Item