Uji Efek Antibakteri Andrographis paniculata (Sambiloto) Terhadap Pneumococcus In Vitro

Octora, Jindi ( 9910101 ) (2002) Uji Efek Antibakteri Andrographis paniculata (Sambiloto) Terhadap Pneumococcus In Vitro. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
9910101_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (278Kb) | Preview
[img] Text
9910101_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (93Kb)
[img]
Preview
Text
9910101_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (186Kb) | Preview
[img] Text
9910101_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1201Kb)
[img] Text
9910101_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (146Kb)
[img] Text
9910101_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (795Kb)
[img]
Preview
Text
9910101_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (95Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
9910101_Cover.pdf

Download (148Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
9910101_References.pdf - Accepted Version

Download (111Kb) | Preview

Abstract

Latar belakang: resistensi bakteri terhadap antibiotika menuntut diperlukannya obat antibakteri generasi baru. Andrographis paniculata (sambiloto) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat antibakteri, namun masih ada pendapat lain yang menyangkal efek antibakteri tersebut. Tujuan: untuk menguji efek antibakteri sambiloto terhadap Pneumococcus dan untuk mengetahui adanya efek peningkatan konsentrasi ekstrak terhadap diameter zona inhibisi pertumbuhan Pneumococcus. Metode: 3 keping antibiotika masing-masing dicelupkan ke dalam kontrol (akuades) dan konsentrasi ekstrak sambiloto dari 10%,20%, 30%,40% dan 50%. Pour plate yang mengandung medium TSA diberikan biakan Pneumococcus 24 jam. Kemudian 3 keping tadi diletakkan ke pour plate dan diinkubasikan selama 24 jam dalam suhu 37°C. Diamati adanya zona inhibisi pertumbuhan Pneumococcus di sekitar keping antibiotika, kemudian diukur diameternya. Hasil: terdapat zona inhibisi di sekitar keping antibiotika yang mengandung ekstrak sambiloto 10%, 20%, 30%, 40%, 50%,dengan diameter rata- rata pada masing-masing konsentrasi berturut-turut 1.07 cm, 1.16cm, 1.33cm, 1,38cm, 1.65cm; hasil negatif pada kontroi. Terdapat korelasi positif pada peningkatan konsentrasi ekstrak dan efeknya terhadap pembesaran diameter zona inhibisi dengan r = 0.9742.. Kesimpulan: sambiloto memiliki efek antibakteri terhadap Pneumococcus secara in vitro. Saran: eksplorasi yang lebih lanjut perlu dilakukan terhadap penelitian obat-obatan yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan. Dimasyarakatkan aplikasi penggunaan tumbuhan obat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > 10 School of Medicine
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 05 Nov 2015 08:33
Last Modified: 24 Aug 2017 03:10
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/16794

Actions (login required)

View Item View Item