Perbandingan Antara Metoda Pengkosan Berbasis Fungsional (Konvensional) Dengan Metoda Pengkosan Berbasis Aktivitas (Activity Based Costing) Guna Perhitungan Kos Barang Terproduksi yang Lebih Akurat (Studi kasus pada PT PINDAD)

Hidayat , Grace Mayasari (0451345 ) (2007) Perbandingan Antara Metoda Pengkosan Berbasis Fungsional (Konvensional) Dengan Metoda Pengkosan Berbasis Aktivitas (Activity Based Costing) Guna Perhitungan Kos Barang Terproduksi yang Lebih Akurat (Studi kasus pada PT PINDAD). Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0451345_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (317Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0451345_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (277Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0451345_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (322Kb) | Preview
[img] Text
0451345_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (518Kb)
[img] Text
0451345_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (393Kb)
[img] Text
0451345_Chapter 4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (522Kb)
[img]
Preview
Text
0451345_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (272Kb) | Preview
[img] Text
0451345_Cover.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (431Kb)
[img]
Preview
Text
0451345_References.pdf - Accepted Version

Download (250Kb) | Preview

Abstract

Persaingan di dunia bisnis saat ini semakin ketat, oleh karena itu perusahaan memerlukan suatu peningkatan cara untuk menghitung pembebanan biaya terhadap produknya dan dapat menghitung kos barang terproduksi secara lebih akurat. Untuk perusahaan yang menghasilkan lebih daripada satu jenis produk dengan berbagai macam aktivitas yang dikonsumsi, perhitungan kos barang terproduksinya akan menjadi kurang akurat apabila masih menggunakan metoda pengkosan konvensional. Untuk itu, penulis mencoba menerapkan metoda pengkosan berbasis aktivitas (Activity Based Costing) agar nilai aktivitas yang dikonsumsi suatu produk akan dihitung secara lebih akurat dan sekaligus menghindari terjadinya distorsi biaya. Penelitian dilakukan penulis di Divisi Tempa dan Cor PT. PINDAD yang terletak di Jl. Gatot Subroto no. 517 Bandung. Dalam melakukan penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengetahui perbandingan penerapan metoda ABC dan konvensional dalam perhitungan kos barang terproduksi yang lebih akurat. Metode penelitian yang dipilih adalah metode deskriptif-analitisyang bertujuan untuk menggambarkan objek penelitian yang sebenarnya dengan cara penelitian lapangan (Field Research) dan Penelitian Kepustakaan (Library Research) guna mengumpulkan data yang relevan dan tersedia kemudian disusun, diolah, dipelajari, dan dianalisis lebih lanjut. Berdasarkan hasil penelitan, Divisi Tempa dan Cor PT PINDAD menghitung kos barang terproduksi berdasarkan metoda pengkosan berbasis konvensional yaitu dihitung dengan membagi seluruh biaya produksi selama periode tertentu dengan volume produksi. Ketidakakuratan perhitungan kos barang terproduksi disebabkan karena perusahaan memproduksi lebih dari satu jenis produk yang mengkonsumsi berbagai macam aktivitas dengan hanya menggunakan jam mesin saja sebagai satu-satunya pemicu biaya. Dengan metoda ABC, biaya overhead dibebankan dari masing-masing cost driver, maka besarnya pengalokasian biaya tadi diakumulasikan sehingga didapatkan besarnya besarnya pengalokasian biaya produksi tidak langsung untuk masing-masing produk. Pembebanan biaya produksi dalam metoda ABC, tidak hanya didasarkan pada jam mesin saja, melainkan didasarkan pada pemicu biaya yang lainnya, yaitu jam tenaga kerja, banyaknya batch, dan jenis produk. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian seperti yang tertera pada tabel 4.12a, 4.12b, dan 4.12c adanya undercost untuk produk Casing Cover dan Nozel, produk Casing Cover sebesar 9,07% ditahun 2003, tahun 2004 9,62% dan tahun 2005 sebesar 8,47%, sedangkan untuk produk Nozel ditahun 2003 sebesar 8,55%, tahun 2004 8,49%, dan tahun 2005 sebesar 7,73%. Produk Impeller Pump terjadi overcost sebesar sebesar 3,78% di tahun 2003, tahun 2004 3,58%, dan tahun 2005 sebesar 4,89%. Perhitungan dengan metoda ABC memang lebih akurat, namun untuk menerapkan metoda ABC diperlukan waktu dan biaya yang besar, sehingga perusahaan harus mengambil keputusan yang tepat agar tidak merugikan perusahaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Economics > 51 Accounting Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 07 Oct 2014 02:02
Last Modified: 07 Oct 2014 02:02
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/7190

Actions (login required)

View Item View Item