Analysis of Doublespeak in Two Olay Advertisements

Charissa, Vinka Feblina ( 0841027 ) (2013) Analysis of Doublespeak in Two Olay Advertisements. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0841027_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (31Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0841027_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (209Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0841027_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (37Kb) | Preview
[img] Text
0841027_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (33Kb)
[img] Text
0841027_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (193Kb)
[img]
Preview
Text
0841027_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (38Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0841027_Cover.pdf - Accepted Version

Download (84Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0841027_References.pdf - Accepted Version

Download (30Kb) | Preview

Abstract

Dalam penelitian ini, saya membahas iklan kosmetik dari Olay yang merupakan produk kecantikan yang sangat terkenal di dunia. Sejak tahun 1950an sampai sekarang Olay berhasil bertahan dalam pasaran dunia dan dipercaya oleh banyak wanita. Kesuksesan tersebut salah satunya pasti berasal dari pemasaran yang baik pula. Salah satu cara pemasaran yang banyak dilakukan untuk memperkenalkan suatu produk adalah melalui iklan. Iklan biasanya akan dibuat semenarik mungkin untuk dapat menarik perhatian konsumen. Akibatnya, banyak iklan yang menawarkan keindahan melalui gambar dan kata-kata yang dapat menyesatkan konsumen. Salah satu cara untuk mengalihkan konsumen dari makna yang sesungguhnya adalah dengan menggunakan doublespeak. Tujuannya adalah untuk menghindari tuntutan konsumen apabila produk tersebut tidak seperti apa yang diharapkan oleh mereka. Penelitian ini menggunakan teori dari buku Doublespeak milik William Lutz. Ada empat jenis doublespeak yaitu: the rule of parity, weasel word, up to claim dan unfinished word. Lutz menyatakan bahwa doublespeak adalah bahasa yang dapat menyesatkan, seolah-olah benar tetapi dalam kenyataan belum tentu benar. Saya menemukan sebelas data dalam dua iklan Olay yang saya pilih untuk penelitian ini. Dalam data tersebut terdapat enam belas kata yang mengandung doublespeak. Weasel word dan the rule of parity adalah dua jenis doublespeak yang paling banyak digunakan dalam kedua data. Ini menunjukan bahwa Olay banyak menggunakan doublespeak, khususnya weasel words agar konsumen mempunyai pemikiran bahwa produk yang ditawarkan sangat menarik. Saya menyimpulkan bahwa doublespeak digunakan hanya untuk kepentingan pengusaha sehingga mereka berhasil menjual produknya dan bertahan dalam pemasaran dunia. Dengan membaca penelitian ini, konsumen diharapkan tidak tersesatkan oleh iklan-iklan Olay yang mungkin menggunakan doublespeak.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: P Language and Literature > PR English literature
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 15 Sep 2014 11:14
Last Modified: 15 Sep 2014 11:14
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/6722

Actions (login required)

View Item View Item