Analysis of Inner Conflicts and Social Conflicts in Mark Haddon's 'A Spot of Bother' and Kim Edward's 'The Memory Keeper's Daughter'

Chandra, Rosy Silviany ( 0541013 ) (2008) Analysis of Inner Conflicts and Social Conflicts in Mark Haddon's 'A Spot of Bother' and Kim Edward's 'The Memory Keeper's Daughter'. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0541013_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0541013_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (17Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0541013_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (20Kb) | Preview
[img] Text
0541013_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (40Kb)
[img] Text
0541013_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (42Kb)
[img]
Preview
Text
0541013_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0541013_Cover.pdf - Accepted Version

Download (51Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0541013_References.pdf - Accepted Version

Download (17Kb) | Preview

Abstract

Dalam penulisan tugas akhir ini, saya menganalisis novel A Spot of Bother karya Mark Haddon dan The Memory Keeper’s Daughter karya Kim Edwards. Fokus yang akan dianalisis dari kedua novel ini adalah konflik yang dialami oleh para tokoh utama yang berasal dari keluarga yang tidak harmonis. A Spot of Bother adalah novel tentang George, seorang ayah yang merasa kesepian sesudah masa pensiunnya. Ia menemukan lesi di pinggangnya yang ia anggap sebagai kanker. Ia mengatakan pada keluarganya bahwa ia sekarat karena kanker yang dideritanya. Jean, istrinya merasa bahwa George hanya berfokus pada dirinya sendiri sehingga Jean mencari perhatian dari laki-laki lain. The Memory Keeper’s Daughter adalah novel tentang David, seorang ayah yang membuang anaknya sendiri karena anak tersebut menderita sindrom Down yang menyebabkan anak tersebut tidak dapat bertahan hidup untuk waktu yang lama. David, yang dihantui kenangan masa lalu tentang kakak perempuannya yang meninggal di usia muda, tidak ingin istrinya, Norah, mengalami kesedihan akibat kehilangan seseorang yang disayanginya. Norah merasakan adanya jurang pemisah antara dirinya dengan David. Dari kedua novel ini, kita dapat menyimpulkan bahwa keharmonisan dalam suatu keluarga sangat penting. Yang menjadi sumber dari semua konflik yang terjadi di kedua novel ini adalah hubungan keluarga yang berantakan. Mereka menyikapi persoalan mereka dengan cara yang berbeda, sehingga yang menjadi korban dari ketidakharmonisan keluarga mereka adalah istri dan anak-anak mereka.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: P Language and Literature > PR English literature
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 02 Sep 2014 10:25
Last Modified: 02 Sep 2014 10:25
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/6524

Actions (login required)

View Item View Item