Analisis Pengaruh Gerakan Tubuh Terhadap Pencapaian Nada Tinggi (Di Atas Nada A') dan Konsumsi Energi Pada Penyanyi Sopran Ditinjau Dari Aspek Fisiologis

Jonathan S., Benny ( 0723070 ) (2011) Analisis Pengaruh Gerakan Tubuh Terhadap Pencapaian Nada Tinggi (Di Atas Nada A') dan Konsumsi Energi Pada Penyanyi Sopran Ditinjau Dari Aspek Fisiologis. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0723070_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (111Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0723070_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (37Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0723070_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (209Kb) | Preview
[img] Text
0723070_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (486Kb)
[img] Text
0723070_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (126Kb)
[img] Text
0723070_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (378Kb)
[img] Text
0723070_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1769Kb)
[img]
Preview
Text
0723070_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (110Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0723070_Cover.pdf - Accepted Version

Download (150Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0723070_References.pdf - Accepted Version

Download (61Kb) | Preview

Abstract

Paduan suara merupakan salah satu aset yang sangat berharga di Indonesia. Kualitas paduan suara yang baik tentu didukung oleh para penyanyi yang berkualitas pula. Dalam paduan suara, penyanyi sopran dituntut untuk dapat menyanyikan nada hingga mencapai batas normal penyanyi sopran yaitu not c”, tetapi tidak semua penyanyi sopran dapat menyanyikan nada hingga batas atas normal penyanyi sopran dengan mudah. Pada umumnya ketika sampai nada a’, penyanyi sopran sudah mulai kesulitan. Penelitian diawali dengan melakukan wawancara terhadap para penyanyi sopran mengenai gerakan tubuh yang membantu pencapaian nada tinggi, kemudian dilakukan pengambilan data untuk mengukur denyut jantung responden pada masing-masing gerakan yang dilakukan. Dari pengukuran tersebut didapatkan rata-rata denyut jantung untuk masing-masing gerakan. Pada posisi normal dihasilkan rata-rata denyut jantung sebesar 78.5. Gerakan 1 menghasilkan rata-rata denyut jantung sebesar 80.25, gerakan 2 menghasilkan rata-rata denyut jantung sebesar 80.5, gerakan 3 menghasilkan rata-rata denyut jantung sebesar 82, gerakan 4 menghasilkan rata-rata denyut jantung sebesar 80.5, dan gerakan 5 menghasilkan rata-rata denyut jantung sebesar 80.25. Selain itu dilakukan pengukuran tinggi nada maksimum yang dapat dicapai untuk masing-masing gerakan yang dilakukan. Adapun pengolahan data yang dilakukan adalah perhitungan konsumsi energi dari data denyut jantung, kemudian dilakukan pengujian ANOVA untuk mengetahui perbedaan variansi data. Setelah itu dilakukan perhitungan Principal Components Analysis (PCA) untuk konsumsi energi. Dari perhitungan PCA, didapatkan peringkat gerakan yang menghasilkan konsumsi energi dari yang terkecil sampai terbesar, yaitu: gerakan 1, gerakan 2, gerakan normal, gerakan 5, gerakan 3, dan gerakan 4. Untuk data tinggi nada maksimum pun dilakukan pengujian ANOVA dan perhitungan PCA untuk tinggi nada maksimum. Dari perhitungan tersebut dapat diketahui peringkat gerakan yang menghasilkan pencapaian tinggi nada maksimum dari yang terbesar sampai terkecil, yaitu: gerakan 2, gerakan 1, gerakan 5, gerakan 4, gerakan normal, dan gerakan 3. Gerakan-gerakan tersebut dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Untuk lagu-lagu yang mengandung banyak nada tinggi, maka dapat digunakan gerakan yang memiliki hasil perhitungan PCA konsumsi energi paling rendah. Selain itu juga dilihat dari kelogisannya, lagu yang mengandung nada tinggi secara berurutan dapat menggunakan gerakan yang memungkinkan untuk dilakukan secara berurutan seperti pada gerakan 4 dan gerakan 5. Pengujian ANOVA dilakukan dengan cara manual dan menggunakan software SPSS versi 11.5. Untuk perhitungan PCA dilakukan dengan menggunakan software Mathcad versi 14. Berdasarkan hasil analisis fisiologi, dapat diketahui otot-otot yang berkontraksi pada masing-masing gerakan dan hubungannya terhadap pencapaian nada tinggi terutama pengaruhnya terhadap diaphragma. Berdasarkan analisis hubungan gerakan dengan pengaturan nafas, dapat disarankan ketika bernyanyi menggunakan gerakan, pengaturan nafas harus sama seperti ketika bernyanyi dengan tidak menggunakan gerakan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > School of Industrial Engineering
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 14 Apr 2014 09:05
Last Modified: 14 Apr 2014 09:05
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5304

Actions (login required)

View Item View Item