Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Dengan Metode Tata Letak Fraktal (Studi Kasus Di "PT.Gamatara", Cimahi)

Cahyadi, David Agustian ( 0623030 ) (2010) Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Dengan Metode Tata Letak Fraktal (Studi Kasus Di "PT.Gamatara", Cimahi). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0623030_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (821Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0623030_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (12Mb) | Preview
[img]
Preview
Text
0623030_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (355Kb) | Preview
[img] Text
0623030_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1875Kb)
[img] Text
0623030_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (996Kb)
[img] Text
0623030_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1209Kb)
[img] Text
0623030_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (13Mb)
[img]
Preview
Text
0623030_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (303Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0623030_Cover.pdf - Accepted Version

Download (487Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0623030_References.pdf - Accepted Version

Download (60Kb) | Preview

Abstract

PT.Gamatara adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur, yaitu membuat sparepart motor Honda dan Yamaha. Sparepart yang diproduksi perusahaan memiliki variasi yang cukup banyak dimana urutan proses (routing) antar sparepart yang satu berbeda dengan urutan proses sparepart lainnya. Di samping itu, perubahan produksi yang terjadi cukup cepat dimana jenis produk yang diproduksi pada masing-masing plant berubah tiap 3 hingga 4 bulan sekali.Saat ini tata letak yang diterapkan perusahaan kurang dapat mengakomodasi kedua hal tersebut. Hal ini terlihat dari jarak perpindahan material yang cukup jauh, sehingga ongkos material handling yang timbul untuk setiap perubahan produk menjadi tinggi. Dalam upaya meminimasi jarak perpindahan, penulis mengusulkan penerapan metode fractal manufacturing system (FrMS). Tata letak ini membagi mesin ke dalam cell yang lebih kecil, sehingga di dalam suatu plant terdapat plant-plant kecil yang disebut dengan fractal. Perancangan tata letak dengan metode fractal terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan kapasitas, pembentukan fractal, menentuan jalur, dan penugasan produk. Perancanaan kapasitas dilakukan untuk menghitung jumlah mesin yang dibutuhkan untuk mengakomodasi produk yang ada. Pembentukan fractal dilakukan untuk menghitung jumlah fractal dan pengalokasian mesin pada fractal yang terbentuk. Penentuan jalur adalah mencari kemungkinan-kemungkinan jalur yang dapat dilewati suatu produk. Penugasan produk adalah mengalokasikan produk pada jalur-jalur yang telah didapat. Pada tahap penugasan produk terdapat 2 alternatif, dimana pada alternatif 1 digunakan jalur terpendek, sedangkan alternatif 2 mengprioritaskan jalur yang dapat memproduksi keseluruhan dari suatu produk. Tujuan penerapan metode ini yaitu meminimasi jarak perpindahan material handling untuk tiap kali perubahan produk datang. Dari hasil pengolahan, didapatkan bahwa penugasan alternatif 2 menghasilkan jarak perpindahan material yang lebih pendek daripada alternatif 1, dimana total jarak perpindahan material pada alternatif 1 sebesar 17,212.75m/minggu, sedangkan pada alternatif 2 sebesar 17,177 m/minggu. Jarak perpindahan pada tata letak awal sebesar 28,365 m/minggu, sehingga penerapan penugasan alternatif 2 menghasilkan penghematan jarak perpindahan material sebesar 11,188 m/minggu atau sebesar 39.44% per minggu. Penugasan alternatif 1 pada perubahan jenis produk yang diproduksi di kuartal berikutnya menghasilkan biaya yang lebih rendah daripada alternatif 2. Penerapan alternatif 1 mengurangi jarak perpindahan material dari 28,174 m/minggu menjadi 18,549 m/minggu sehingga diperoleh penghematan jarak perpindahan sebesar 9,625 m/minggu atau sebesar 34.163% atau apabila dikonversikan ke nilai rupiah maka didapatkan penghematan sebesar Rp.7,068.21 m/minggu atau sebesar 27.77% untuk periode Juli-September 2009 dan Rp.7,388.37 m/minggu atau sebesar 29.523% untuk periode Oktober-Desember 2009. Ongkos relayout yang dibutuhkan adalah sebesar Rp.845.000. Payback period ongkos relayout adalah selama 2,391 tahun.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > School of Industrial Engineering
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 14 Mar 2014 10:11
Last Modified: 14 Mar 2014 10:11
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5101

Actions (login required)

View Item View Item