Usulan Perbaikan Perencanaan Proyek Dengan Metode AON (Activity On Node)(Studi Kasus di PT. Hutama Karya Jakarta)

Ekananda, Ricko ( 0523159 ) (2011) Usulan Perbaikan Perencanaan Proyek Dengan Metode AON (Activity On Node)(Studi Kasus di PT. Hutama Karya Jakarta). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0523159_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (350Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0523159_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (84Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0523159_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (265Kb) | Preview
[img] Text
0523159_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (420Kb)
[img] Text
0523159_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (321Kb)
[img] Text
0523159_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1328Kb)
[img] Text
0523159_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (952Kb)
[img]
Preview
Text
0523159_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (256Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0523159_Cover.pdf - Accepted Version

Download (381Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0523159_References.pdf - Accepted Version

Download (257Kb) | Preview

Abstract

PT Hutama Karya (Persero) adalah salah satu perusahaan Negara yang bergerak di bidang konstruksi. Masalah yang lazim dihadapi saat mengerjakan proyek konstruksi ialah keterlambatan penyelesaian proyek yang mengakibatkan denda/penalti dari pelanggan. Penalti disebabkan oleh janji penyelesaian waktu proyek yng terlalu optimistik pada saat pengajuan proposal untuk memenuhi keinginan pelanggan dan keterlambatan pelakasanaan. Janji waktu penyelesaian proyek dihasilkan dari metode perencanaan yang digunakan oleh perusahaan saat ini. Metode yang saat ini digunakan ialah perencanaan kebutuhan sumber daya berdasarkan pengalaman masa lalu pimpro dan permintaan pelanggan. Jika pelanggan meminta waktu penyelesaian proyek yang lebih pendek, perusahaan akan menggunakan sumber daya yang lebih banyak dan membebankan biaya yang lebih tinggi perusahaan tengah mencari metode perencanaan yang dapatdiseragamkan agar variasi janji penyelesaian proyek antar pimpro dapat diminimasi perusahaan saat ini tidak menggunakan metode AON yang merupakan metode termutakhir dalam bidang perencanaan proyek. Penelitian ini difokuskan untuk membandingkan hasil- hasil yang diperoleh dari metode perusahaan saat ini dengan metode AON pada proyek p e k e r j a a n j a l a na k s e s d a n p e n y i a p a n l a h a n k a n t o r o p e r a s i J L B , S o d e t a b d a r i a k s e s a r t e r i k e r a m p d a n a r e a l g e r b a n g (disebut sebagai proyek Gedung) dan proyek p e n a m b a h a n l a j u r r u a s K a r a w a n g T i m u r - D a w u a n p a d a t o lC i k a m p e k (disebut sebagai proyek jalan) Metode yang digunakan sebagai pembanding ialah metode AON. Proyek yang digunakan sebagai studi kasus ialah proyek p e k e r j a a n j a l a n a k s e s d a n p e n y i a p a n l a h a n k a n t o r o p e r a s i J L B , S o d e t a b d a r ia k s e s a r t e r i k e r a m p d a n a r e a l g e r b a n g (disebut sebagai proyek Gedung) dan proyek p e n a m b a h a n l a j u rr u a s K a r a w a n g T i m u r - D a w u a n p a d a t o l C i k a m p e k (disebut sebagai proyek jalan). Kedua metode alternatif itu menggunakan data kebutuhan sumber daya yang sama hingga waktu pengerjaan sub-sub pekerjaan tersebut sama dengan waktu pengerjaan berdasarkan metode perencanaan perusahaan, Perbedaan terletak saat mengawali sub-sub pekerjaan tersebut, sehingga berpengaruh terhadap waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan. Sementara itu, metode AON menghasilkan waktu penyelesaian proyek yang lebih pendek untuk proyek jalan, dari metode perencanaan perusahaan saat ini, tetapi menghasilkan waktu penyelesaian proyek yang lebih panjang untuk proyek gedung. Hal ini disebabkan oleh aktivitas sub-sub pekerjaan di proyek gedung tidak bisa direncanakan untuk dimulai pada sub pekerjaan pendahulu belum selesai dikerjakan. Sementara itu, di proyek jalan, sebuah sub pekerjaan bisa mulai dikerjakan beberapa saat setelah sub pekerjaan pendahulu berjalan, sehingga menghasilkan waktu penyelesaian proyek yang lebih pendek. Pada bagian akhir, dilakukan perbandingan antara metode AON dengan metode perencanaan perusahaan saat ini metode perusahaan ini menghasilkan 17 kali perekrutan dan 18 kali pelepasan tenaga kerja, total biaya ACWP adalah 72.619.688.721,00, total biaya BCWS adalah 103.831.638.530,26 sedangkan untuk metode AON total biaya ACWP adalah 72.083.038.760,14, dan total biaya BCWS adalah 102.080.722.250,12, dengan perekrutan 15 kali dan pelepasan 16 kali tenaga kerja. Metode AON dan Concurrent Engineering terbukti lebih efisien dibandingkan dengan metode perusahaan saat ini ACWP (Actual Cost of Work Performance) merupakan perhitungan dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan dan BCWS (Budgeted Cost for work Schedule) merupakan jumlah anggaran yang disusun sesuai kegiatan proyek . Dengan demikian, diusulkan penggunaan metode AON menggantikan metode perencanaan perusahaan saat ini jika menghadapi proyek dengan sub-sub pekerjaan yang dapat dimulai beberapa saat setelah sub-sub pekerjaan pendahulu diawali.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > School of Industrial Engineering
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 10 Mar 2014 10:32
Last Modified: 10 Mar 2014 10:32
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5027

Actions (login required)

View Item View Item