Realisasi Optical Orthogonal Codes (OOC) Dengan Korelasi Maksimum Satu Menggunakan Kode Prima Yang Dimodifikasi

Sinaga, Marthin ( 0322115 ) (2011) Realisasi Optical Orthogonal Codes (OOC) Dengan Korelasi Maksimum Satu Menggunakan Kode Prima Yang Dimodifikasi. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0322115_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (101Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0322115_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (142Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0322115_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (43Kb) | Preview
[img] Text
0322115_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (280Kb)
[img] Text
0322115_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (31Kb)
[img] Text
0322115_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (542Kb)
[img]
Preview
Text
0322115_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (46Kb) | Preview
[img] Text
0322115_Cover.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (81Kb)
[img]
Preview
Text
0322115_References.pdf - Accepted Version

Download (89Kb) | Preview

Abstract

Teknik Code Division Multiple Access (CDMA) adalah teknologi akses jamak berbasis penyebaran spektrum. Artinya sinyal informasi akan disebar dengan sinyal penebar yang mempunyai lebar pita frekuensi lebih besar daripada lebar pita frekuensi sinyal informasi. Kode yang digunakan pada CDMA yang berbasis optik disebut Optical Orthogonal Code (OOC). OOC yang digunakan adalah kode prima yang dimodifikasi dan unjuk kerjanya dinilai menggunakan perhitungan korelasi silang (cross-correlation) maksimum satu. Kode prima yang dimodifikasi harus memenuhi syarat kardinalitas(jumlah kode yang valid) pada pembangkitan OOC dengan kode prima asli adalah sama dengan jumlah user maksimal atau jumlah bit “1” pada kode yang valid ( nilai bilangan prima yang dipilih). Untuk menambah jumlah user, maka harus menambah panjang kode atau menaikkan nilai bilangan prima, yang berakibat semakin banyak bit “1” yang muncul pada kode yang valid. Pada tugas akhir ini, kode prima asli dimodifikasi agar mendapatkan korelasi silang yang tetap satu dan peluang salah dapat ditekan seminimal mungkin. Dengan kenaikan jumlah user dari tiga menjadi lima, tujuh dan sebelas, peluang salah pada simulasi kode prima yang dimodifikasi tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: OOC, Kode Prima, Kode Prima Yang Dimodifikasi
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 25 Jun 2013 09:04
Last Modified: 25 Jun 2013 09:04
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/3675

Actions (login required)

View Item View Item