Studi Korelasi Antara Tipe Geotekstil Terhadap Kondisi Tanah Dasar Yang Memikul Suatu Timbunan Jalan Dengan Beban Yang Berbeda

Layuk, Melliana ( 0721070 ) (2009) Studi Korelasi Antara Tipe Geotekstil Terhadap Kondisi Tanah Dasar Yang Memikul Suatu Timbunan Jalan Dengan Beban Yang Berbeda. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0721070_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (138Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0721070_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (376Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0721070_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (131Kb) | Preview
[img] Text
0721070_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (926Kb)
[img] Text
0721070_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1768Kb)
[img]
Preview
Text
0721070_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (62Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0721070_Cover.pdf

Download (36Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0721070_References.pdf - Accepted Version

Download (45Kb) | Preview

Abstract

Pembangunan konstruksi jalan diatas tanah lunak pada umumnya menghadapi masalah antara lain : Daya dukung tanah yang sangat rendah, dimana tanah dasar tidak dapat mendukung beban timbunan/embankment jalan ditambah beban lalu lintas sesuai rencana. Penurunan tanah dasar relatif sangat besar. Bila tanpa perbaikan tanah, penurunan tanah berlangsung sangat lambat sehingga lambat laun akan terjadi differential settlement yang sangat nyata. Karena beda penurunan ini, maka perkerasan jalan lebih cepat rusak daripada umur rencananya. Adanya alternatif lain untuk meningkatkan perkuatan tanah dasar yaitu dengan pemakaian geotekstil. Keunikan utama geotekstil adalah menjaga penurunan tanah dasar yang lebih seragam, meningkatkan kekuatan tanah dasar dan memperpanjang umur sistem, mengurangi ketebalan agregat yang dibutuhkan untuk menstabilkan tanah dasar. Oleh karena itu, dibutuhkan tegangan tarik yang besar, korelasi antara nilai tegangan tarik geotekstil yang didapat dari metode limit equilibrium dengan nilai kohesi tanah dasar menyatakan semakin kecil nilai kohesi maka semakin besar kuat tarik geotekstil yang dibutuhkan, seperti pada analisis yang telah dilakukan, bahwa c = 5 kN/m2 pada FK = 3,0 tegangan tarik mengalami kenaikkan sebesar 24,807% sampai 10,851% , pada c = 7 kN/m2 ,tegangan tarik mengalami kenaikkan sebesar 0,0409% sampai 10,507% dan c = 10 kN/m2 tegangan tarik geotekstil mengalami kenaikkan dari 5,678% sampai 8,719%. Sedangkan, Korelasi antara nilai tegangan tarik geotekstil yang didapat dari metode limit equilibrium dengan beban timbunan menyatakan semakin besar beban timbunan semakin dibutuhkan tegangan tarik yang besar, seperti pada analisis yang telah dilakukan, bahwa q = 2 kN/m2 pada FK = 1,5 tegangan tarik mengalami kenaikkan sebesar 45,564% sampai 152,058%, pada q = 5 kN/m2 ,tegangan tarik mengalami kenaikkan sebesar 28,808% sampai 108,732% dan q = 7 kN/m2 tegangan tarik geotekstil mengalami kenaikkan dari 61,746% sampai 99,245%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 22 Apr 2013 09:04
Last Modified: 05 Feb 2018 03:48
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/3205

Actions (login required)

View Item View Item