Evaluasi Keamanan Bendungan Cirata Dengan Menggunakan Instrumentasi Geoteknik

Pratama, Andi Pandu ( 0121074 ) (2005) Evaluasi Keamanan Bendungan Cirata Dengan Menggunakan Instrumentasi Geoteknik. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0121074_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (30Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0121074_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (326Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0121074_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (28Kb) | Preview
[img] Text
0121074_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (756Kb)
[img] Text
0121074_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (949Kb)
[img] Text
0121074_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1425Kb)
[img]
Preview
Text
0121074_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (20Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0121074_Cover.pdf - Accepted Version

Download (26Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0121074_References.pdf - Accepted Version

Download (8Kb) | Preview

Abstract

Bendungan Cirata adalah bendungan yang dibuat untuk membendung Sungai Citarum, terletak di desa Cadas Sari, Kabupaten Tegal Waru, Plered Purwakarta, Jawa Barat. Bendungan Cirata dibangun dengan dua tahapan, tahap pertama tingginya 125 m dan telah dipersiapkan untuk dapat dinaikkan menjadi 140 m pada tahap kedua. Bendungan ini didesain sebagai bendungan dengan permukaan pelat beton (Concrete Faced Rockfill Dam). Salah satu cara untuk mengetahui tingkat keamanan bendungan adalah dengan menggunakan peralatan instrumentasi geoteknik yang terdiri dari instrumentasi tekanan air, instrumentasi deformasi, instrumentasi rembesan dan instrumentasi seismic. Skripsi ini membahas tekanan air pori yang diukur dengan alat Pizometer Pneumatik sebanyak 12 buah, memantau elevasi muka air yang diukur dengan alat Ground Water Level sebanyak 31 buah, memantau bocoran dan rembesan dengan menggunakan 1 buah V-nothc, membahas deformasi dengan meggunakan patok geser pada parapet wall sebanyak 6 buah, dan 10 buah Perimetric Joint Meter untuk membahas pergerakan alat tersebut di dinding beton bendungan. Dari pengamatan terhadap Pizometer, terlihat bahwa beton pada muka bendungan masih berperan baik, terlihat juga pada gambar garis freatik yang mengikuti pola pada desain. Deformasi vertikal yang terbesar terjadi pada puncak bendungan dengan total penurunan mencapai 18,7 cm yaitu pada A3, tetapi masih berada dalam range deformasi elastik. Untuk deformasi horizontal resultan yang terbesar terjadi pada A 3 sebesar 7,7 cm (11 Oktober 1999, 15 Mei 2000, dan Agustus 2004). A 3 terletak pada potongan K-K di puncak bendungan, dan masih terus mengalami deformasi horizontal. Debit rembesan sangat kecil hanya berkisar antara 8-12 l/detik sampai tahun 2004, sehingga masih dapat disimpulkan sangat aman. Pergerakan Perimetric Joint Meter masih dalam batas aman, terlihat pada debit bocoran yang kecil. Pergerakan normal maksimum terjadi di titik PJ-2 sebesar 7,63 mm ke arah atas dan di titik PJ-7 sebesar 65,667 mm ke arah bawah. Pergerakan perpendicular maksimum terjadi di titik PJ-9 terbuka sebesar 26,136 mm. Pergerakan parallel maksimum terjadi pada titik PJ-10 sebesar 21,8 mm ke arah kanan dan di titik PJ-2 sebesar 41,15 mm ke arah kiri. Secara umum tingkat keamanan Bendungan Cirata masih ada dalam batas normal, dapat berfungsi sesuai dengan yang direncanakan. Tidak terlihat adanya gejala -gejala yang dapat membahayakan stabilitas bendungan. Tetapi tetap diperlukan pengontrolan dan pemantauan selama bendungan beroperasi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 02 Apr 2013 08:43
Last Modified: 02 Apr 2013 08:43
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/2958

Actions (login required)

View Item View Item