Uji Iritasi Akut Daging Lidah Buaya (Aloe Vera L.) Pada Kulit Kelinci Putih Jantan

Hairunisa, Nabila Shirin (1610132) (2019) Uji Iritasi Akut Daging Lidah Buaya (Aloe Vera L.) Pada Kulit Kelinci Putih Jantan. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1610132_Abstract_TOC.PDF - Accepted Version

Download (656Kb) | Preview
[img] Text
1610132_Appendices.PDF - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1259Kb)
[img]
Preview
Text
1610132_Chapter1.PDF - Accepted Version

Download (317Kb) | Preview
[img] Text
1610132_Chapter2.PDF - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1015Kb)
[img] Slideshow
1610132_Chapter3.PDF - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (435Kb)
[img] Text
1610132_Chapter4.PDF - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (201Kb)
[img]
Preview
Text
1610132_Conclusion.PDF - Accepted Version

Download (201Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1610132_Cover.PDF - Published Version

Download (367Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1610132_References.PDF - Published Version

Download (314Kb) | Preview

Abstract

Reaksi iritasi akut dapat terjadi karena berbagai paparan zat pada pemakaian secara topikal, contohnya pemakaian tanaman obat pada kulit. Salah satu jenis tanaman obat yang telah sering digunakan secara topikal adalah lidah buaya. Pemakaian lidah buaya secara topikal harus dilakukan uji keamanan melalui uji iritasi akut dermal. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menilai keamanan pada pemakaian daging lidah buaya dengan parameter timbulnya eritema dan edema. Metode penelitian bersifat eksperimental laboratorik secara in vivo menggunakan hewan coba kelinci putih jantan sebanyak 3 ekor yang bulu di bagian punggungnya telah dicukur, dengan parameter pengamatan eritema dan edema setelah pemaparan daging lidah buaya 0,5 g dan kontrol negatif dalam interval waktu 1 jam, 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Data yang diukur adalah timbulnya eritema dan edema setelah pemaparan dosis tunggal daging lidah buaya 0,5 g dan akuades sebagai kontrol negatif selama interval waktu 1 jam, 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Hasil pengamatan pada area uji diberi skor 0 sampai 4 tergantung tingkat keparahan reaksi kulit yang dilihat. Hasil penelitian eritema dan edema setelah pemberian daging lidah buaya 0,5 g dan akuades sebagai kontrol negatif tidak timbul pada semua interval waktu. Simpulan. Daging lidah buaya 0,5 g tidak menimbulkan eritema maupun edema. .

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: iritasi akut dermal, daging lidah buaya, eritema, edema
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > 10 School of Medicine
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 18 Nov 2021 04:06
Last Modified: 18 Nov 2021 04:06
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/28150

Actions (login required)

View Item View Item