Efek Larvisida Minyak Atsiri Kunyit Putih (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) Terhadap Larva Aedes sp.

Faustin, Febriana Miko (1410084) (2017) Efek Larvisida Minyak Atsiri Kunyit Putih (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) Terhadap Larva Aedes sp. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1410084_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (320Kb) | Preview
[img] Text
1410084_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1062Kb)
[img]
Preview
Text
1410084_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (324Kb) | Preview
[img] Text
1410084_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (705Kb)
[img] Text
1410084_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (341Kb)
[img] Text
1410084_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (655Kb)
[img]
Preview
Text
1410084_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (191Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1410084_Cover.pdf - Accepted Version

Download (389Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1410084_References.pdf - Accepted Version

Download (304Kb) | Preview

Abstract

Aedes sp. merupakan vektor dari penyakit Demam Berdarah Dengue, demam kuning, chikungunya, dan Japanese encephalitis. Cara untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut adalah pemberantasan vektor dengan larvisida. Kunyit putih mempunyai manfaat sebagai larvisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak atsiri rimpang kunyit putih memiliki efek larvisida terhadap larva Aedes sp. dan mengetahui apakah minyak atsiri rimpang kunyit putih memiliki potensi lebih lemah dibandingkan dengan Temephos 1 ppm sebagai larvisida terhadap larva Aedes sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik. Larva Aedes sp. sebanyak 700 ekor dibagi dalam 7 perlakuan dengan pengulangan 4 kali, yaitu pemberian Minyak Atsiri Kunyit Putih (MAKP) 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, 160 ppm, 320 ppm, temephos 1 ppm sebagai kontrol positif, dan akuades sebagai kontrol negatif. Data yang diamati adalah jumlah larva yang mati dalam waktu 24 jam. Analisis data menggunakan ANAVA satu arah, dilanjutkan dengan multiple comparisons LSD, α = 0,05 menggunakan perangkat lunak komputer. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai konsentrasi MAKP dengan kontrol negatif memiliki perbedaan sangat signifikan (p=0.000). Dengan konsentrasi terendah 20 ppm dapat membunuh larva Aedes sp. sebanyak 36% dan konsentrasi tertinggi yaitu 320 ppm dapat membunuh larva Aedes sp. sebanyak 85%. Simpulan penelitian adalah minyak atsiri kunyit putih berefek larvisida terhadap Aedes sp. dan memiliki potensi lebih lemah dibandingkan dengan Temephos 1 ppm sebagai larvisida terhadap larva Aedes sp.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Minyak atsiri kunyit putih, Aedes sp, temephos
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > 10 School of Medicine
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 30 Aug 2017 06:54
Last Modified: 30 Aug 2017 06:54
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/22900

Actions (login required)

View Item View Item