Efek Infusa Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus Bl), Lidah Buaya (Aloe vera L.), dan Kombinasinya Terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Galur Swiss Webster Jantan Yang Diinduksi Aloksan

Darmawan, Laura ( 0710075 ) (2010) Efek Infusa Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus Bl), Lidah Buaya (Aloe vera L.), dan Kombinasinya Terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Galur Swiss Webster Jantan Yang Diinduksi Aloksan. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img] Text
0710075_Abstract_TOC.PDF - Accepted Version

Download (392Kb)
[img] Text
0710075_Appendices.PDF - Accepted Version

Download (457Kb)
[img] Text
0710075_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (96Kb)
[img] Text
0710075_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1631Kb)
[img] Text
0710075_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (168Kb)
[img] Text
0710075_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (78Kb)
[img]
Preview
Text
0710075_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (54Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0710075_Cover.PDF - Accepted Version

Download (149Kb) | Preview

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan penelitian untuk menilai efek infusa keji beling, infusa lidah buaya, dan kombinasinya terhadap penurunan kadar glukosa darah (KGD) pada mencit yang diinduksi aloksan. Peneltian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) bersifat komparatif dengan hewan coba mencit dewasa galur Swiss Webster dibagi 5 kelompok (n=5), kelompok I diberi infusa keji beling, kelompok II infusa lidah buaya, kelompok III kombinasinya, kelompok IV glibenklamid, dan kelompok V kontrol negatif. Data yang diukur adalah KGD sesudah pemberian bahan uji. Analisis data menggunakan one way ANOVA dilanjutkan uji Student Newman-Keuls Method dengan α= 0.05. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kelompok I (12.50%), kelompok II (40.46%), dan kelompok III (60.75%) menurunkan KGD yang berbeda signifikan dibandingkan kelompok V (1.58%) dengan p < 0.05. Kombinasi infusa keji beling dan lidah buaya memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan bentuk tunggalnya (p < 0.05) dan potensinya setara glibenklamid (52.92.%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian infusa keji beling, lidah buaya dalam bentuk tunggal dan kombinasinya menurunkan KGD dan bentuk kombinasinya memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan bentuk tunggalnya dengan potensi yang setara glibenklamid.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Diabetes Melitus, Keji Beling, Lidah Buaya
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 26 Nov 2012 08:11
Last Modified: 26 Nov 2012 08:11
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/2269

Actions (login required)

View Item View Item