Uji Toksisitas Akut Pemberian Kombinasi Ekstrak Etanol Biji Kedelai Detam 1 dan Daun Jati Belanda pada Mencit Swiss Webster

Setiawati, Liasisca (1310088) (2016) Uji Toksisitas Akut Pemberian Kombinasi Ekstrak Etanol Biji Kedelai Detam 1 dan Daun Jati Belanda pada Mencit Swiss Webster. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1310088_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (486Kb) | Preview
[img] Text
1310088_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1230Kb)
[img]
Preview
Text
1310088_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (145Kb) | Preview
[img] Text
1310088_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (635Kb)
[img] Text
1310088_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (257Kb)
[img] Text
1310088_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (343Kb)
[img]
Preview
Text
1310088_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (107Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1310088_Cover.PDF - Accepted Version

Download (1242Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1310088_References.pdf - Accepted Version

Download (133Kb) | Preview

Abstract

Kombinasi kedelai varietas Detam-1 dan daun Jati Belanda bermanfaat untuk menghambat peningkatan berat badan, tetapi efek toksik akut dalam dosis sangat tinggi belum diketahui, diperlukan uji toksisitas akut dengan parameter utama nilai LD50 dan parameter lain, yaitu perilaku, berat badan (BB), bobot organ (BO), dan indeks organ (IO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LD50; perilaku, BB, BO, dan IO pada uji toksisitas akut terhadap pemberian kombinasi ekstrak etanol biji kedelai varietas Detam 1 (EEKD) dan daun Jati Belanda (EEJB) pada mencit Swiss Webster. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental sungguhan dengan rancangan acak lengkap sesuai ketentuan BPOM 2011, menggunakan 20 mencit galur Swiss Webster betina dibagi 4 kelompok perlakuan, Kelompok 1 (kontrol negatif), kelompok 2 (EEKD dan EEJB 1:2 dosis 50 mg/kgBB), kelompok 3 (EEKD dan EEJB 1:2 dosis 300 mg/kgBB), dan kelompok 4 (EEKD dan EEJB 1:2 dosis 2.000 mg/kgBB). Nilai LD50 ditentukan dengan melihat jumlah mencit yang mati. Data BB, BO, dan IO dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan dengan α = 0,05. Hasilnya adalah tidak terdapat gejala toksisitas dan kematian pada semua kelompok. Perbandingan BB hari ke-2 dan hari ke-14 pada kelompok 1 dengan kelompok 4 tidak berbeda bermakna secara statistik (p>0,05). BO dan IO 8 organ utama pada kelompok 1 dengan 4 tidak berbeda bermakna secara statistik (p>0,05). Simpulannya adalah nilai LD50 kombinasi EEKD dan EEJB adalah di atas 2.000 mg/kgBB dan tergolong dalam kategori 5/ unclassified Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Dosis tertinggi (2.000 mg/kgBB) tidak menunjukkan pengaruh toksik terhadap perilaku mencit; BB, BO dan IO pada mencit yang diberi perlakuan tidak berbeda bermakna bila dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: LD50, perilaku, berat badan, bobot organ, indeks organ, biji kedelai Detam-1, daun Jati Belanda
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > 10 School of Medicine
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 07 Feb 2017 03:07
Last Modified: 07 Feb 2017 03:07
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/21401

Actions (login required)

View Item View Item