Perancangan Fasilitas Fisik, Tata Letak, Lingkungan Fisik, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Salon Strawberry

Agusta, Yosua Kevin (1123009) (2016) Perancangan Fasilitas Fisik, Tata Letak, Lingkungan Fisik, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Salon Strawberry. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1123009_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (323Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1123009_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (257Kb) | Preview
[img] Text
1123009_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1457Kb)
[img] Text
1123009_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (338Kb)
[img] Text
1123009_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1613Kb)
[img] Text
1123009_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (611Kb)
[img] Text
1123009_Chapter6.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3350Kb)
[img]
Preview
Text
1123009_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (156Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1123009_Cover.pdf - Accepted Version

Download (553Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1123009_References.pdf - Accepted Version

Download (307Kb) | Preview

Abstract

Penampilan yang menarik merupakan suatu kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya di kota-kota besar seperti Bandung. Salon Strawberry merupakan salah satu salon yang populer di Kota Bandung yang up-to-date dengan mode masa kini. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti di tempat dan wawancara dengan para pelanggan salon, peneliti mendapatkan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh salon yaitu fasilitas fisik, tata letak, dan lingkungan fisik salon belum mendukung aktifitas di salon dengan baik. Selain itu, Salon Strawberry juga masih belum memperhatikan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di salonnya. Maka dari itu, peneliti melakukan penelitian untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh salon dari sisi ergonomi. Langkah awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data dari dimensi fasilitas fisik salon (kursi salon, kursi tunggu, barber kit, hair-do kit), tata letak salon, data lingkungan fisik (temperatur, kelembaban, intensitas cahaya, kebisingan), dan juga data kecelakaan kerja yang pernah terjadi di salon. Data fasilitas fisik dianalisis menggunakan prinsip antropometri. Data kecelakaan kerja dianalisis menggunakan diagram fishbone. Didapatkan dari hasil analisis bahwa fasilitas fisik salon masih belum sesuai dengan data antropometri manusia dalam posisi duduk sehingga membuat penggunanya merasa cepat pegal. Tata letak salon belum memperhatikan aspek psikologis dan jarak antar stasiun pelayanan. Lingkungan fisik salon juga masih belum berada dalam taraf yang direkomendasikan menurut ilmu ergonomi. Salon juga belum menyediakan peralatan untuk penanganan kecelakaan kerja. Atas dasar permasalahan-permasalahan tersebut, perlu dilakukan perancangan untuk perbaikan sistem kerja di salon. Dalam mengusulkan perbaikan fasilitas fisik salon, peneliti merancang 2 buah kursi salon dan kursi tunggu serta mengusulkan 1 buah kursi salon dan kursi tunggu yang dijual di pasaran sebagai pembanding. Dari hasil concept scoring, terpilih kursi salon alternatif 1 dan kursi tunggu alternatif 2 rancangan peneliti sebagai kursi yang diusulkan untuk Salon Strawberry. Peneliti mengusulkan 2 alternatif tata letak salon. Dari hasil concept scoring, terpilih tata letak alternatif 2 sebagai tata letak yang diusulkan untuk Salon Strawberry. Dalam mengusulkan perbaikan tata letak peralatan salon (barber kit), peneliti merancang 2 buah pouch barber kit untuk menyimpan barber kit salon dan mengusulkan 1 pouch yang dijual di pasaran sebagai pembanding. Berdasarkan hasil concept scoring, terpilih pouch alternatif 1 sebagai prioritas utama. Peneliti juga mengusulkan hair-do kit holder sebagai tempat khusus menyimpan hair-do kit ketika digunakan kapster. Peneliti mengusulkan penggunaan 4 unit AC 1 PK dan 2 unit AC 0,5 PK untuk mengatasi tingginya temperatur dan kelembaban ruangan, mengubah titik lampu di salon dan menambah jumlah lampu menjadi 14 titik untuk mengatasi rendahnya tingkat intensitas cahaya salon, mengusulkan untuk mengurangi volume musik salon, menggunakan silent hair dryer, dan memasang pintu kaca dengan frame alumunium untuk mengatasi kebisingan. Peneliti mengusulkan hair-do kit holder untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di salon dan mengusulkan penggunaan alat hair do dengan sistem auto-off untuk menghindari kemungkinan terjadinya kebakaran. Peneliti mengusulkan pengadaan 1 kotak P3K dan 1 tabung APAR untuk penanggulangan kecelakaan kerja di salon pada masa yang akan datang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > 23 Industrial Engineering Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 11 Feb 2016 06:09
Last Modified: 11 Feb 2016 06:09
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/18619

Actions (login required)

View Item View Item