Pengaruh Pemberian Lendir Bekicot (Achatina fulica) dalam Mempercepat Waktu Penyembuhan Luka Insisi pada Mencit Swiss Webster Jantan

Maesa Ranggawati Kusnandar 1210236, Maesa Ranggawati Kusnandar 1210236 (2015) Pengaruh Pemberian Lendir Bekicot (Achatina fulica) dalam Mempercepat Waktu Penyembuhan Luka Insisi pada Mencit Swiss Webster Jantan. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1210236_Abstract_TOC.PDF - Accepted Version

Download (349Kb) | Preview
[img] Text
1210236_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (247Kb)
[img]
Preview
Text
1210236_Chapter1.PDF - Accepted Version

Download (66Kb) | Preview
[img] Text
1210236_Chapter2.PDF - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (349Kb)
[img] Text
1210236_Chapter3.PDF - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (107Kb)
[img] Text
1210236_Chapter4.PDF - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (101Kb)
[img]
Preview
Text
1210236_Cover.pdf

Download (438Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1210236_Conclusion.PDF - Accepted Version

Download (53Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1210236_References.pdf - Accepted Version

Download (67Kb) | Preview

Abstract

Luka insisi biasanya tidak fatal kecuali bila terdapat di daerah leher atau pergelangan tangan, namun tetap harus ditangani dengan baik. Indonesia memiliki potensi alam yang sangat besar, salah satunya adalah pemanfaatan flora dan fauna di bidang kesehatan. Salah satu bahan alam yang dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan luka dan digunakan turun-temurun adalah lendir bekicot. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian lendir bekicot dalam mempercepat durasi penyembuhan luka insisi pada mencit Swiss webster jantan. Penelitian ini bersifat ekperimental laboratorik. Sebanyak 24 ekor mencit Swiss Webter jantan, berumur 8 minggu dibagi secara acak dalam 3 kelompok (n=8) yaitu kelompok lendir bekicot, Feracrylum 1% (kontrol positif) dan akuades (kontrol negatif). Data yang diukur adalah waktu (dalam hari) yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka. Data dianalisis menggunakan ANAVA satu arah, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD dengan α=0.05. Hasil penelitian rerata waktu penyembuhan luka (hari) yang diberi lendir bekicot (9,75) berbeda sangat signifikan dibandingkan yang diberi Feracrylum 1% (16,37), dan akuades (17,12) dengan p=0,000. Simpulan dari penelitian ini adalah lendir bekicot (Achatina fulica) mempercepat waktu penyembuhan luka insisi pada mencit Swiss webster jantan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Lendir bekicot, luka insisi, waktu penyembuhan luka.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > 10 School of Medicine
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 07 Dec 2015 04:31
Last Modified: 16 Nov 2017 01:25
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/17808

Actions (login required)

View Item View Item