Usulan Jadwal Preventive Maintenance Guna Meningkatkan Output Produksi (Studi Kasus di PT Sumber Jaya Indahnusa Coy, Kota Lama)

Alexander, Alexander (1123017) (2015) Usulan Jadwal Preventive Maintenance Guna Meningkatkan Output Produksi (Studi Kasus di PT Sumber Jaya Indahnusa Coy, Kota Lama). Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1123017_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (322Kb) | Preview
[img] Text
1123017_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (811Kb)
[img]
Preview
Text
1123017_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (95Kb) | Preview
[img] Text
1123017_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (577Kb)
[img] Text
1123017_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (392Kb)
[img] Text
1123017_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (363Kb)
[img] Text
1123017_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (951Kb)
[img]
Preview
Text
1123017_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (89Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1123017_Cover.pdf - Accepted Version

Download (372Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1123017_References.pdf - Accepted Version

Download (85Kb) | Preview

Abstract

PT Sumber Jaya Indahnusa Coy (disingkat SJI) merupakan sebuah perusahaan keluarga penghasil minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang berlokasi di Kota Lama, Riau. Perusahaan ini belum menerapkan perawatan berkala pada mesin-mesin produksi. Perusahaan ini rata-rata beroperasi selama 24 jam, sehingga kegiatan inspeksi mesin tidak dapat dilakukan begitu sering. Oleh karena jam kerja tersebut, proses perawatan (berupa inspeksi dan penggantian komponen mesin, tanpa adanya reparasi) hanya dilakukan ketika mesin rusak. Perawatan mesin memerlukan waktu rata-rata selama 5 jam. Perusahaan tidak menyimpan suku cadang yang mahal, sehingga tidak semua suku cadang dapat disimpan (harus dipesan dari supplier). Pemesanan suku cadang hanya dilakukan ketika mesin telah rusak dengan lead time suku cadang impor selama 5-8 hari dan 2-4 hari untuk suku cadang lokal. Hal ini menyebabkan downtime yang lama karena perbaikan hanya dapat dilakukan setelah suku cadang telah tersedia, sehingga terjadi penurunan output produksi. Penulis menduga bahwa preventive maintenance dapat mengurangi dampak dari lead time suku cadang tersebut karena suku cadang dapat dipesan terlebih dahulu sebelum kerusakan tak terjadwal dapat terjadi. Kemudian, penulis mengumpulkan data-data seperti data perusahaan, waktu kerusakan mesin, kapasitas dan jumlah unit mesin, waktu proses, waktu perawatan mesin rata-rata, harga jual CPO dan kernel, layout pabrik, lead time suku cadang, dan jenis output. Setelah itu, data kerusakan mesin digunakan pada pengujian goodness-of-fit untuk menentukan distribusi teoritis yang mampu mewakili penyebaran data kerusakan mesin dengan metode anderson-darling karena pembebanan lebih pada tail distribusi yang berarti cocok dengan periode pengujian jangka panjang (long-run) dan estimasi parameter distribusi terkait dengan pendekatan maximum likelihood estimator karena tingkat kepresisiannya lebih baik dibandingkan metode sejenis seperti least-square method. Setelah semua distribusi dan parameter telah ditentukan, penulis menggunakan hasil perhitungan tersebut bersama data-data yang telah dikumpulkan sebelumnya untuk membuat model yang akan mewakili sistem produksi aktual untuk kemudian disimulasikan selama 3 tahun agar jumlah kerusakan yang terjadi tidak terlalu sedikit dan setiap mesin telah rusak setidaknya sekali. Pendekatan simulasi digunakan karena alasan kemudahan pengolahan data serta keterbatasan model matematis atas asumsi tertentu dan dapat berubah menjadi kompleks sesuai dengan kompleksitas sistem aktual. Simulasi dilakukan dalam 4 tahap, yaitu penentuan warm-up period, menjalankan simulasi model sistem aktual (existing), simulasi mode usulan dengan jadwal preventive maintenance, serta perbandingan kinerja kedua sistem dari segi availability dan output produksi. Setelah keempat tahap simulasi telah dilakukan, penulis pada akhirnya mengetahui bahwa dengan dilakukannya preventive maintenance, sistem produksi mendapat peningkatan availability sebesar 2,3783 % dan peningkatan output produksi sebesar 5,5160 % setara dengan 3.489 ton CPO dan 873 ton kernel.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > 23 Industrial Engineering Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 24 Nov 2015 04:51
Last Modified: 24 Nov 2015 04:54
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/17477

Actions (login required)

View Item View Item