Studi Deskriptif Mengenai Resiliency pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Usia Dewasa Madya yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit "X" Bandung

Noveria, Dinetta (1030126) (2015) Studi Deskriptif Mengenai Resiliency pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Usia Dewasa Madya yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit "X" Bandung. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1030126_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (32Kb) | Preview
[img] Text
1030126_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (468Kb)
[img]
Preview
Text
1030126_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (93Kb) | Preview
[img] Text
1030126_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (97Kb)
[img] Text
1030126_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (104Kb)
[img] Text
1030126_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (70Kb)
[img]
Preview
Text
1030126_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (19Kb) | Preview
[img] Text
1030126_Cover.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3317Kb)
[img]
Preview
Text
1030126_References.pdf - Accepted Version

Download (14Kb) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk memeroleh gambaran mengenai resiliency pada pasien gagal ginjal kronis usia dewasa madya yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit “X” Bandung. Menurut Benard (2004), resiliency merupakan kemampuan individu untuk dapat beradaptasi secara positif dan mampu berfungsi dengan baik di tengah situasi yang menekan dan banyak halangan serta rintangan, yang dimanifestasikan dalam empat aspek yaitu social competence, problem solving, autonomy, dan sense of purpose and bright future. Resiliency berkembang karena adanya protective factors yang menciptakan iklim yang tepat untuk perkembangan resiliency dan memfasilitasi individu untuk resilient. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi deskriptif dengan teknik survei terhadap 38 pasien gagal ginjal kronis yang telah memenuhi karakteristik sampel. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan mengenai resiliency dari responden yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori dari Bonnie Benard (2004). Berdasarkan uji validitas yang menggunakan rank spearman dengan program SPSS statistics 22 diperoleh 65 item yang diterima, dengan hasil validitas 0,312 sampai dengan 0,908. Uji reliabilitas alat ukur diuji dengan teknik Alpha Cronbach dengan bantuan program SPSS statistics 22 dengan hasil 0,964. Data hasil penelitian ini diolah menggunakan teknik distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa 57,9% pasien Gagal Ginjal Kronis usia dewasa madya yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit “X” Bandung memiliki derajat resiliency tinggi, sedangkan 42,1% pasien gagal ginjal kronis memiliki resiliency rendah. Ada pula saran yang ditujukan kepada keluarga, teman-teman, dokter dan perawat untuk tetap memberi caring relationship kepada pasien yaitu berupa dukungan yang besar dalam menghadapi penyakit gagal ginjal kronis, untuk membuat pasien merasa dihargai dengan kondisi sakit yang dihadapinya dan memberi perhatian yang besar kepada pasien dalam menjalani terapi hemodialisis, dalam menghadapi penyakitnya dan dalam menjalani hidupnya sehingga pasien dapat beradaptasi secara positif dan mampu berfungsi dengan baik dengan kondisi sakit gagal ginjal kronis yang dihadapinya. Terutama dalam memberikan caring relationship yang lebih besar pada pasien perempuan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > 30 Bachelor of Psychology Program
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 12 Oct 2015 10:46
Last Modified: 12 Oct 2015 10:46
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/16045

Actions (login required)

View Item View Item