Realisasi Optical Orthogonal Codes (OOC) Dengan Metode Projective Geometry

Saragih, Sanjaya (0422162) (2011) Realisasi Optical Orthogonal Codes (OOC) Dengan Metode Projective Geometry. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img] Text
0422162_Abstract.pdf

Download (18Kb)
[img] Text
0422162_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (46Kb)
[img] Text
0422162_Chapter 1.pdf

Download (46Kb)
[img] Text
0422162_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (431Kb)
[img] Text
0422162_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (269Kb)
[img] Text
0422162_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (162Kb)
[img] Text
0422162_Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (56Kb)
[img] Text
0422162_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (67Kb)
[img] Text
0422162_Reference.pdf

Download (37Kb)

Abstract

Pada awalnya spektrum tersebar digunakan untuk komunikasi militer, karena lebih tahan terhadap sinyal jamming. Bentuk sinyal ini mirip noise karena amplitudonya kecil. Tetapi terdapat keuntungan lain, yaitu bisa dipakai beberapa user dengan menggunakan frekuensi carrier dan time slot yang sama. Tiap sinyal yang dikirimkan dibedakan dengan mengalikannya dengan Pseudorandom Noise. Pada optical CDMA, keberadaan Pseudorandom Noise digantikan oleh Optical Orthogonal Codes (OOC). Optical Orthogonal Codes (OOC) dikalikan dengan sinyal user untuk membedakan antara masing-masing user, dalam hal ini kode harus saling orthogonal untuk menghindari saling interferensi. Pada Tugas Akhir ini, penulis akan memperkenalkan sebuah metode untuk membangun Optical Orthogonal Codes (OOC) dari Projective Geometry yang terbatas. Projective Geometry pada dasarnya adalah suatu teknik kombinasi. Dimana Projective Geometry berawal dari suatu prinsip bahwa di dalam suatu ruang vektor V(d+1, q) terdapat vektor dengan dimensi (d+1) suatu field terbatas GF(q), dengan q adalah bilangan prima. Dari hasil percobaan, nilai auto-correlation (korelasi sendiri) memperlihatkan bahwa nilai maksimal yang bisa diperoleh sudah sesuai dengan kodenya sehingga memudahkan masing-masing user untuk memeriksa apakah data yang diterima adalah memang untuknya. Nilai cross-correlation (korelasi silang) memperlihatkan bahwa nilai maksimal adalah satu, sehingga interferensi antar user dapat diminimalkan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : Pseudorandom Noise, CDMA, OOC, Projective Geometry, field, korelasi.
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Faculty of Engineering > 22 Electrical Engineering Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 08 Feb 2012 04:42
Last Modified: 08 Feb 2012 04:42
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/145

Actions (login required)

View Item View Item