Efek Infusa Bawang Putih (Allium Sativum) Sebagai Larvasida Nyamuk Culex sp. Serta Penentuan LD50-nya

Burton, Ray ( 1010140 ) (2013) Efek Infusa Bawang Putih (Allium Sativum) Sebagai Larvasida Nyamuk Culex sp. Serta Penentuan LD50-nya. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1010140_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (142Kb) | Preview
[img] Text
1010140_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (246Kb)
[img]
Preview
Text
1010140_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (102Kb) | Preview
[img] Text
1010140_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (487Kb)
[img] Text
1010140_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (107Kb)
[img] Text
1010140_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (150Kb)
[img]
Preview
Text
1010140_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (81Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1010140_Cover.pdf - Accepted Version

Download (132Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1010140_References.pdf - Accepted Version

Download (83Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Jurnal KTI.pdf - Accepted Version

Download (289Kb) | Preview

Abstract

Nyamuk merupakan vektor berbagai penyakit menular dengan distribusi paling luas di dunia. Salah satu genus yang paling sukses berkembang biak adalah Culex sp. Culex merupakan vektor penyakit filariasis yang dapat menimbulkan kecacatan pada manusia. Cara yang efektif untuk mencegah terjadinya penularan penyakit adalah dengan membunuh larvanya (larvasida). Larvasida yang paling umum dipakai adalah temefos. Dosis yang dianjurkan tidak menyebabkan munculnya tanda-tanda klinis pada manusia, tetapi akan muncul pada hewan. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya digunakan larvasida alternatif yang tidak berbahaya bagi hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah infusa bawang putih berefek sebagai larvasida terhadap nyamuk Culex sp, dan juga mengetahui berapa LD50 infusa bawang putih terhadap larva nyamuk Culex sp. Metode penelitian bersifat eksperimen sungguhan, dengan hewan coba larva nyamuk Culex sebanyak 3500 ekor. Larva dibagi dalam 7 kelompok yang masing- masing kelompok diberi perlakuan berbeda, yaitu diberikan infusa bawang putih 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, temefos sebagai kontrol positif, dan air sebagai kontrol negatif yang dimasukkan ke dalam wadah tempat percobaan. Data yang diamati adalah jumlah larva yang mati yang dihitung setelah 24 jam. Analisis data menggunakan uji ANAVA satu arah, dilanjutkan dengan uji beda rata-rata LSD dengan α=0,05. Kemudian LD50 dicari dengan menggunakan analisis probit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa infusa bawang putih 4%, 5%, 6%, 7%, 8% berefek sebagai larvasida nyamuk Culex dan LD50 infusa bawang putih terhadap larva nyamuk Culex adalah sebesar 5,748%. Dengan demikian, infusa bawang putih 4%, 5%, 6%, 7%, 8% berefek sebagai larvasida nyamuk Culex dan LD50 infusa bawang putih terhadap larva nyamuk Culex adalah sebesar 5,748%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Infusa Bawang Putih, Larvasida, Nyamuk Culex
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > 10 School of Medicine
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 07 May 2015 10:30
Last Modified: 07 May 2015 10:30
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/12250

Actions (login required)

View Item View Item