Studi Deskriptif Tentang Derajat Culture Shick Pada Mahasiswa Toraja Semester Satu di Organisasi "X" Bandung

Dalipang, Trianti Gloria (0630038) (2011) Studi Deskriptif Tentang Derajat Culture Shick Pada Mahasiswa Toraja Semester Satu di Organisasi "X" Bandung. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0630038_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (175Kb) | Preview
[img] Text
0630038_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (2651Kb)
[img]
Preview
Text
0630038_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (164Kb) | Preview
[img] Text
0630038_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (189Kb)
[img] Text
0630038_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (150Kb)
[img] Text
0630038_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (181Kb)
[img]
Preview
Text
0630038_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (88Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0630038_Cover.pdf - Accepted Version

Download (374Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0630038_References.pdf - Accepted Version

Download (53Kb) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai derajat culture shock pada mahasiswa Toraja semester satu di organisasi “X” Bandung, serta gambaran mengenai komponen, aspek, dan indikator yang berkaitan dengan derajat culture shock. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner culture shock yang terdiri dari 74 pasangan pernyataan yang dikonstruksi oleh peneliti berdasarkan teori culture shock (Oberg, 1960, dalam Ward, Bochner, & Furnham, 2001). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan tabulasi silang. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS versi 17.0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 6 orang mahasiswa Toraja semester satu di organisasi “X” Bandung mengalami culture shock dengan derajat tinggi, 9 orang mengalami culture shock dengan derajat sedang, dan 5 orang culture shock dengan derajat rendah. Komponen culture shock yang paling dominan selama mahasiswa Toraja mengalami culture shock adalah komponen afektif. Indikator yang paling dominan pada mahasiswa Toraja dengan derajat culture shock tinggi dalam komponen afektif adalah perasaan tidak aman (cemas) akan keselamatan dirinya. Indikator yang paling dominan pada mahasiswa Toraja dengan derajat culture shock sedang dalam komponen afektif adalah merasa kurang sabar dan perasaan ingin pulang ke rumah. Peneliti menyarankan bagi peneliti lain yang bermaksud melanjutkan penelitian ini untuk meneliti tentang dampak culture shock, culture shock pada suku lain, teknik intervensi yang perlu dilakukan untuk mengurangi derajat culture shock kategori sedang dan tinggi, dan faktor-faktor yang membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > 30 Bachelor of Psychology Program
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 31 Mar 2015 10:07
Last Modified: 31 Mar 2015 10:07
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/11553

Actions (login required)

View Item View Item