Usulan Tata Letak Gudang Bahan Baku (Storage) dan Gudang Barang Jadi (Warehouse) Menggunakan Dedicated Storage Policy di PT "X"

Tirtawangsa, Fitria ( 1023009 ) (2014) Usulan Tata Letak Gudang Bahan Baku (Storage) dan Gudang Barang Jadi (Warehouse) Menggunakan Dedicated Storage Policy di PT "X". Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1023009_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (148Kb) | Preview
[img] Text
1023009_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (115Kb)
[img]
Preview
Text
1023009_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (162Kb) | Preview
[img] Text
1023009_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (294Kb)
[img] Text
1023009_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (224Kb)
[img] Text
1023009_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (265Kb)
[img] Text
1023009_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1105Kb)
[img]
Preview
Text
1023009_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (147Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1023009_Cover.pdf - Accepted Version

Download (180Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1023009_References.pdf - Accepted Version

Download (127Kb) | Preview

Abstract

PT X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil yang memproduksi benang menjadi kain jadi. Masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah tata letak gudang, baik pada gudang bahan baku (storage) maupun pada gudang barang jadi (warehouse). Pada storage maupun pada warehouse saat ini penyimpanan benang maupun kain sebagai barang jadi memiliki tempat yang tidak tetap atau tidak pasti, dengan kata lain penyimpanan pada masing-masing gudang saat ini masih bersifat random atau acak. Berdasarkan masalah yang dihadapi oleh perusahaan tersebut, mengakibatkan gudang saat ini menjadi tidak rapi juga memperlambat kinerja pekerja dalam mencari benang serta kain jadi di gudang. Menurunnya kinerja pekerja ini dikarenakan jarak yang ditempuh oleh pekerja untuk mencari benang atau kain yang dimaksud lebih besar karena penyimpanan di gudang masih secara random. Melihat hal tersebut, penulis bermaksud mengusulkan tata letak gudang yang lebih baik agar benang-benang maupun kain-kain yang sudah jadi memiliki tempat yang pasti, berada pada jenis kelompok yang sama sehingga memudahkan pencarian pada masing-masing gudang secara cepat. Tahapan pertama dalam merancang tata letak gudang yang diusulkan adalah menghitung persediaan maksimum menggunakan data maksimum permintaan pada setiap jenis kain yang di pesan. Selanjutnya, dihitung kebutuhan luas lantai baik storage maupun warehouse dengan maksud mengetahui kapasitas gudang yang harus disiapkan. Setelah itu menghitung aliran frekuensi keluar masuknya item oleh material handling (manusia). Perhitungan frekuensi ini bertujuan untuk mengetahui item mana yang memiliki aliran keluar masuk paling sering untuk di tempatkan dekat pintu utama gudang. Berikutnya adalah tahap dimana merancang tata letak gudang dengan dedicated storage policy. Pemilihan kebijakan ini karena salah satu karakteristiknya adalah produk memiliki tempat yang tetap (fixed slot). Pada tahapan pertama, ditentukan ranking yang diperoleh dari urutan terbesar ke terkecil T/S. T disini adalah frekuensi terpilih sedangkan S adalah jumlah lokasi yang dibutuhkan. Setelah menentukan ranking, dihitung jarak yang dibutuhkan dari lokasi penyimpanan ke pintu. Setelah diketahui jarak masing-masing lokasi, disusun berdasarkan ranking yang ada. Karena penyusunan berdasarkan ranking masih belum beraturan, maka diberikan penyesuaian dengan tidak merubah urutan ranking dari setiap item juga produk di gudang. Setelah dilakukan penyesuaian gudang, direalisasikan menjadi layout usulan. Dilihat dari segi kualitatif, layout usulan lebih memudahkan dalam hal pencarian item dan produk karena ditempatkan secara berkelompok, sehingga bisa meningkatkan kinerja pekerja. Selain itu, layout usulan ini memiliki penataan yang lebih teratur, rapi, dan juga masih memiliki space lebih untuk tindakan antisipasi apabila terjadi permintaan dalam jumlah besar. Sedangkan, jika dilihat dari segi kuantitatif, jarak layout usulan lebih kecil dari jarak layout saat ini, yakni rata-rata penghematan jarak per bulan untuk storage sebesar 35,4 %, sedangkan rata-rata penghematan jarak per 3 hari untuk warehouse sebesar 21,25 %.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering > 23 Industrial Engineering Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 29 Jan 2015 09:17
Last Modified: 29 Jan 2015 09:17
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/9928

Actions (login required)

View Item View Item