Analisis Penggunaan Activity-Based Costing (ABC) System Sebagai Metode Perhitungan Kos dan Tarif Jasa Karaoke (Studi Kasus pada Karaoke X)

Olivyani (0951029), - (2013) Analisis Penggunaan Activity-Based Costing (ABC) System Sebagai Metode Perhitungan Kos dan Tarif Jasa Karaoke (Studi Kasus pada Karaoke X). Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0951029_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (36Kb) | Preview
[img] Text
0951029_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (65Kb)
[img]
Preview
Text
0951029_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (192Kb) | Preview
[img] Text
0951029_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (389Kb)
[img] Text
0951029_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (123Kb)
[img] Text
0951029_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (647Kb)
[img]
Preview
Text
0951029_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (60Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0951029_Cover.pdf - Accepted Version

Download (269Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0951029_References.pdf - Accepted Version

Download (51Kb) | Preview

Abstract

Kos produk merupakan informasi penting dalam pengambilan keputusan harga jual produk/jasa. Bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead merupakan elemen- elemen kos produk. Pelekatan kos overhead yang tepat akan meningkatkan akurasi kos produk. Sebaliknya, ketidakakuratan informasi menyebabkan harga jual tidak bersaing kompetitif. Dalam perhitungan kos jasa, Karaoke X idak menghitung kos jasa sehingga penulis mencoba elekatkan kos overhead secara langsung ke produk dengan cara alokasi berbasis arbitrer, akan tetapi hasilnya tidak akurat. Menggunakan Activity Based Costing (ABC), perhitungan kos overhead menjadi lebih akurat karena sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas dilekatkan ke jasa menggunakan activity driver. Dalam penelitian ini, penulis melakukan perhitungan terhadap cost object berupa tarif ruang sewa (small, medium, large, deluxe, VIP, VVIP). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perhitungan kos jasa berdasar conventional costing menghasilkan tarif sewa ruang terhadap 6 jenis ruangan, yaitu masing-masing sebesar Rp 42.234,09. Sedangkan menggunakan Activity-Based Costing (ABC), yaitu Rp 13.010, Rp 12.926,05, Rp 20.872,69, Rp 27.011,28, Rp 54.542,52, dan Rp 49.123,64. Dari informasi tersebut, diketahui selisih kos jasa untuk seluruh kos ruang tersebut, adalah sebesar Rp 29.224,09, Rp 29.317,04, Rp 21.361,40, Rp 15.211,81, Rp 12.218,43, dan Rp 6.889,55, sehingga ruang small, medium, large dan deluxe mengalami overcost sebesar 69,20%, 69,42%, 50,58%, 36,02% dan ruang VIP dan VVIP mengalami undercost sebesar 28,93% dan 16,31% bila menggunakan Activity-Based Costing. Sebagai hasil, dapat disimpulkan bahwa ABC perlu diterapkan karena dapat membantu meningkatkan akurasi perhitungan kos jasa untuk penentuan tarif di Karaoke X.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kos Produk, Kos Overhead, Sistem ABC
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Economics > 51 Accounting Department
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 08 Oct 2014 06:30
Last Modified: 30 Aug 2016 05:06
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/7287

Actions (login required)

View Item View Item