Peranan Analisis Biaya Kualitas Dalam Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi (Studi Kasus Pada PT X Bandung)

Susanti , ( 0351293 ) (2007) Peranan Analisis Biaya Kualitas Dalam Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi (Studi Kasus Pada PT X Bandung). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0351293_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (328Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351293_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (321Kb) | Preview
[img] Text
0351293_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (542Kb)
[img] Text
0351293_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (327Kb)
[img] Text
0351293_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (350Kb)
[img]
Preview
Text
0351293_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (231Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351293_Cover.pdf - Accepted Version

Download (189Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351293_References.pdf - Accepted Version

Download (218Kb) | Preview

Abstract

Kini sudah tidak jamannya lagi perusahaan hanya mementingkan volume penjualan yang begitu besar untuk mencapai keuntungan yang maksimal, tetapi lebih berorientasi pada aspek kepuasan konsumen. Dengan adanya kemampuan perusahaan untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen yang membeli produknya, maka secara otomatis perusahaan akan mencapai keuntunganyang maksimal. Sehingga, peningkatan kualitas merupakan suatu hal yang paling esensial bagi suatu perusahaan untuk tetap eksis dalam dunia bisnis yang kompetitif ini. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan yang berlokasi di Taman Kopo Indah I, Bandung. Selama ini perusahaan sudah mengeluarkan biaya-biaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produknya namun tidak membuat laporan biaya kualitas mengenai biaya yang telah terjadi. Oleh karena itu penulis melalui karya tulis ini berusaha membantu perusahaan untuk menilai apakah kualitas produk yang dihasilkan sudah bagus atau belum. Biaya kualitas (cost of quality) merupakan biaya yang timbul karena kemungkinan dari produk yang dihasilkan bermutu jelek atau tidak sesuai dengan spesifikasi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif analisis, dimana data yang di peroleh akan dikumpulkan, disajikan, serta dianalisis sehingga dapat memberikan gambaran yang cukup terhadap objek yang diteliti dan kemudian dapat ditarik suatu kesimpulan. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa total prevention costs untuk tahun 2005 dan 2006 adalah 13,91% dan 15,71% ; total appraisal costsuntuk tahun 2005 dan 2006 adalah 1,82% dan 1,89% ; totalinternal failure costsuntuk tahun 2005 dan 2006 adalah 15,71% dan 14,83% ; dan total external failure costsuntuk tahun 2005 dan 2006 adalah 7,31% dan 6,2%. Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka biaya kualitas PT. X sudah bagus. Hal ini dapat dilihat dari total prevention costs (9.54%)dan total appraisal costs (1.14%) tahun 2006 lebih besar dibanding total prevention costs (8.34%)dan total appraisal costs (1.09%) tahun 2005 serta internal failure costs (9.00%)dan external failure costs (3.76%)tahun 2006 semakin kecil dibandinginternal failure costs (9.42%)dan external failure costs (4.38%)tahun 2005. Dengan demikian laporan biaya kualitas memiliki peranan penting didalam membantu pimpinan sebagai indikator untuk mengetahui kualitas produk, biaya y ang dikeluarkan dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk, dan mengetahui apakah efisiensi biaya produksi telah tercapai. Saran penulis adalah perusahaan mulai melakukan pencatatan secara spesifik atas biaya kualitas yang telah terjadi sehingga perusahaan dapat mengetahui dan menganalisis apakah kualitas produknya mengalami penurunan atau peningkatan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Ekonomi > School of Accounting
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 26 Jun 2014 06:43
Last Modified: 26 Jun 2014 06:46
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/6334

Actions (login required)

View Item View Item