Pengaruh Penerapan Kebijakan PPh Pasal 21 Terhadap Pajak Penghasilan Terutang (Studi Kasus Pada PT X di Bandung)

Setiawan, Violen ( 0351227 ) (2007) Pengaruh Penerapan Kebijakan PPh Pasal 21 Terhadap Pajak Penghasilan Terutang (Studi Kasus Pada PT X di Bandung). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0351227_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (252Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351227_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (299Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351227_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (270Kb) | Preview
[img] Text
0351227_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (347Kb)
[img] Text
0351227_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (267Kb)
[img] Text
0351227_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (429Kb)
[img]
Preview
Text
0351227_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (244Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351227_Cover.pdf - Accepted Version

Download (227Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351227_References.pdf - Accepted Version

Download (238Kb) | Preview

Abstract

Salah satu pajak yang merupakan penerimaan negara dan berasal dari pendapatan rakyat adalah Pajak Penghasilan (PPh). Sebagian besar perusahaan bertujuan untuk memperoleh laba setinggi mungkin dengan cara membuat biaya maupun pajak menjadi serendah mungkin. Oleh karena itu, perusahaan berusaha untuk menghemat pajak yang harus dibayarnya dengan cara melakukan penghematan PPh pasal 21. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan beberapa alternatif kebijakan perhitungan PPh pasal21 yang ada, dan memilih kebijakan yang paling menguntungkan bagi perusahaan. Penulis mengadakan penelitian pada PT. “X”, yaitu sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa transportasi di Bandung. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa terdapat perbedaan dalam besarnya PPh terutang dan take home payyang diterima karyawan dalam setiap alternatif kebijakan perhitungan PPh pasal 21, yaitu kebijakan perhitungan PPh pasal 21 yang ditanggung karyawan, ditanggung perusahaan, ditunjang perusahaan dan di gross-up. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitianini adalah metode deskriptif analitis, yaitu suatu metode yang berusaha untuk mengumpulkan, menyajikan serta menganalisis data sehingga diperoleh suatu gambaran yang jelas atas objek yang diteliti dan diolah untuk ditarik suatu kesimpulan. Untuk penelitian ini, penulis menggunakan daftar gaji karyawan dan laporan laba rugi pada tahun 2005 sebagai dasar perhitungan. Berdasarkan hasil penelitian ternyata PT. “X” menerapkan kebijakan perhitungan PPh pasal 21 yang digross-up. Apabila perusahaan menggunakan kebijakan perhitungan PPh pasal 21 yang ditanggung karyawan, ditanggung perusahaan dan ditunjang perusahaan, maka akan terdapat perbedaan dalam hal PPh terutang dan take home pay karyawan. Kebijakan perhitungan PPh pasal 21 yang di gross-up lebih menguntungkan bagi perusahaan karena PPh terutang yang dihasilkan lebih kecil dan take home payyang diterima karyawan lebih besar daripada PPh terutang dan take home pay yang dihasilkan oleh kebijakan perhitungan PPh pasal 21 lainnya. Penulis menyimpulkan bahwa perusahaan telah menerapkan kebijakan perhitungan PPh pasal 21 dengan tepat, karena kebijakan perhitungan PPh pasal 21 yang digross-uplebih menguntungkan bagi perusahaan daripada kebijakan perhitungan PPh pasal 21 yang ditanggung karyawan, ditanggung perusahaan dan ditunjang perusahaan, khususnya dalam hal PPh terutang dan take home pay karyawan. Penulis menyarankan agar perusahaan tetapmenggunakan kebijakan perhitungan PPh pasal 21 yang digross-up.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Ekonomi > School of Accounting
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 11 Jun 2014 04:27
Last Modified: 11 Jun 2014 04:27
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/6199

Actions (login required)

View Item View Item